Sedangkan dari sisi perencanaan, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Nazib Faizal, menambahkan pembangunan proyek Giant Sea Wall, kini telah memasuki tahap pembahasan jajaran Badan Otoritas Pengelolaan Pantai Utara Jawa (BOP PJ).
Sehingga Nazib berharap, dengan telah masuknya ke tahap pembahasan, Proyek tersebut dapat segera dilakukan dengan cepat.
“Untuk konstruksi, kemungkinan besar tahun depan. Tapi, tahun ini juga akan dimulai untuk yang nature based solution, yaitu penanaman mangrove. Jadi praktis kalau yang konstruksi besarnya itu di tahap awal sampai tahun ini persiapannya. Nah untuk pembangunan infrastruktur besarnya, Insyaallah tahun depan. Fokusnya di segmen Jakarta dulu, dan itu pun kelihatannya kecil tapi bisa memakan waktu 8 tahun untuk penyelesaiannya,” imbuhnya.
Baca Juga:Dari Sampah Jadi Energi, Strategi Jateng Kelola Ribuan Ton Sampah Berbuah PenghargaanNo Tipu-Tipu Club! JetZrek-in Aja Bareng Hearts2Hearts Buat Tunjukin Jati Diri Lo Sesungguhnya
Sementara itu, Rektor Unpar, Tri Basuki Joewono, menyambut baik dengan adanya kegiatan Seminar Nasional bertajuk “The Giant Sea Wall of Java’s Northern Coast: Advancing Coastal Resilience and National Economic Growth” tersebut.
Basuki menyebut, Unpar akan terus mendukung segala bentuk upaya dalam proses pembangunan Giant Sea Wall di Pantura Jawa.
“Ini adalah sebuah program besar yang memang tidak bisa dilihat dengan satu aspek dan satu sudut pandang saja. D peran dari PII, dari pemerintah, itu menjadi sangat penting untuk menyampaikan bahwa sebetulnya ide ini baik, bukan saja untuk waktu ini tapi lintas waktu, lintas generasi,” ucapnya di lokasi yang sama.(San).
