“Kalau kader sudah memiliki ideologi yang sesuai dengan yang diharapkan oleh para pendiri Partai Persatuan Pembangunan, otomatis dia memiliki dedikasi, dia memiliki keinginan, dan dia memiliki gairah partai untuk membesarkan partai,” terangnya.
Uu menilai kader yang memiliki fondasi ideologi kuat tidak akan bergantung pada iming-iming materi maupun jabatan untuk bergerak menjalankan tugas kepartaian.
“Tanpa diiming-imingi materi, tanpa diiming-imingi jabatan, karena mereka sudah memiliki ideologi yang kuat, maka akan bergerak dengan sendirinya. Karena kalau bergerak hanya ditugaskan oleh pimpinan, nanti akan capek yang menugaskan, nanti akan capek kepada pimpinan,” sambung Uu.
Baca Juga:Jelajah “Asik ke Tasik”, Overland Club Indonesia Eksplor Kekayaan Alam Kabupaten TasikmalayaAtasi Kemiskinan Lewat Pendidikan, Pemprov Jateng Terapkan Metode PBL di Desa Kepyar
Lebih lanjut, Uu menyebut soliditas internal menjadi modal penting bagi PPP untuk menghadapi persaingan politik. Jika seluruh kader memiliki rasa tanggung jawab dan gairah yang sama dalam membesarkan partai, beban organisasi dinilai akan menjadi lebih ringan.
“Jadi, kader yang menjadi pemimpin hari ini, kader yang move on, kader yang tahu circle di lingkungannya masing-masing, sehingga tidak salah melangkah dan selalu bergerak untuk kebesaran partai, tidak “tucing” dibentuk kemudian “cicing“. Itu yang kami harapkan,” pungkasnya. (Mong)
