Limbah Sawit Diolah Jadi Briket Pupuk Organik, Tim ITB Dorong Rekayasa Lahan Marjinal di Gunung Halimun

pupuk organik
Tim Pengabdian kepada Masyarakat ITB saat melakukan pengabdian kepada warga Desa Cicareuh, Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi.
0 Komentar

Pemasaran dan Distribusi Jadi Perhatian

Sesi pemasaran membahas penghitungan Harga Pokok Produksi (HPP) sebagai dasar penentuan harga jual, penentuan calon konsumen, pemanfaatan kebutuhan internal kelompok sebagai pasar awal, serta peluang distribusi bertahap ke petani sekitar.

Pasar internal kelompok dijadikan tahap awal. Setelah produksi berjalan konsisten sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan kualitas terjaga, distribusi diperluas. Program membangun alur hulu-hilir: bahan baku–produksi–pengelolaan usaha–pemasaran.

Teknologi Tepat Guna Skala Kelompok

Produksi didukung Teknologi Tepat Guna (TTG). Tahapan meliputi pengumpulan dan pemilahan limbah, pengeringan awal, pencacahan, formulasi, pencetakan, pengeringan akhir, penyimpanan, dan aplikasi di lahan.

Baca Juga:Kuasa Hukum Ade Kunang Siapkan Duplik, Tegaskan Uang Sarjan Sudah Dicicil Rp1 MiliarASUS Tegaskan ExpertBook Ultra sebagai The Flagship of the Industry. Period.

Peralatan yang diperkenalkan antara lain pencacah berkapasitas ≥50 kg/jam, cetakan briket manual, rak pengering bertingkat (±300 briket/siklus), timbangan, dan wadah pencampur. SOP disusun agar produksi konsisten. Target awal percontohan minimal 100 karung briket.

Mendukung Perbaikan Lahan Marjinal

Briket pupuk organik ditujukan untuk memperbaiki kualitas lahan pertanian dan lahan marjinal di wilayah penyangga Gunung Halimun. Bahan organik berperan penting dalam pengelolaan tanah. Substitusi pupuk dari luar desa diharapkan menurunkan biaya input pertanian hingga ≥30 persen.

Aplikasi dilakukan di lahan percontohan (demo plot) untuk sawah padi, kebun buah, dan lahan marjinal. Evaluasi dilakukan bertahap melalui pemantauan produksi, penerapan teknologi, tingkat adopsi masyarakat, dan perkembangan penggunaan pupuk di lahan percontohan.

Keberlanjutan Jadi Prioritas

Tim menekankan keberlanjutan. Kelompok tani didorong mampu memproduksi secara mandiri setelah program selesai. Teknologi yang diperkenalkan menjadi aset bersama. Sistem pencatatan, pembagian peran, dan perencanaan produksi diharapkan membentuk pengelolaan usaha yang lebih terstruktur.Produksi tahap awal memenuhi kebutuhan anggota kelompok. Selanjutnya, produk diperkenalkan secara bertahap kepada petani di sekitar Desa Cicareuh.

Kolaborasi Lintas Bidang

Kegiatan dipimpin Ir. Pathmi Noerhatini, M.Si., IPP, bersama Amanna Dzikrillah Lazuardini L. Al Hakim, MBA; Dr. Taufikurrahman; Fauzan Pratama, S.Si.; dan Wildan Febryan, S.T. Mahasiswa dilibatkan untuk membantu pelatihan, pendampingan lapangan, dan evaluasi.

Kolaborasi mencakup pengolahan limbah, penerapan teknologi, pengembangan produk, pemberdayaan masyarakat, manajemen usaha, dokumentasi, dan pemasaran.

0 Komentar