Sebagai perbandingan, ekspor komoditas perikanan Batam pada 2025 tercatat mencapai 6.406 ton dengan nilai Rp263 miliar. Angka tersebut melampaui target nilai ekspor yang ditetapkan sebesar Rp250 miliar.
Yudi mengatakan peningkatan target ekspor pada 2026 juga mempertimbangkan dukungan pemerintah terhadap nelayan melalui bantuan alat tangkap dan mesin kapal. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong produktivitas nelayan sekaligus meningkatkan volume komoditas perikanan yang dapat diekspor.
“Tahun lalu volume dan nilai ekspor melampaui target. Kami targetkan naik di tahun 2026 karena menimbang factor bantuan alat tangkap dan mesin kapal dari dinas kepada nelayan yang diharap meningkatkan produktivitas,” kata Yudi.
