Ezechiel N’Douassel bukanlah nama asing di pentas sepak bola Indonesia. Penyerang kelahiran 22 April 1988 ini memiliki rekam jejak yang mentereng, terutama saat membela Persib Bandung pada periode 2017 hingga awal 2020. Selama memperkuat Maung Bandung, ia mencatatkan total 40 gol dan 20 assist dari 69 pertandingan di semua kompetisi. Pada musim 2018, ia sukses menjadi pencetak gol terbanyak Persib dengan raihan 17 gol. Pengalaman dan ketajamannya di depan gawang menjadi alasan utama PSGC Ciamis memboyongnya untuk menjadi mesin gol Laskar Galuh di Liga 2.
Selain urusan pemain, PSGC Ciamis juga telah mematangkan jajaran tim pelatih untuk menghadapi kompetisi musim baru. Pelatih Kepala Herry Kiswanto kembali dipercaya untuk memimpin tim setelah sukses membawa Laskar Galuh promosi dari Liga 3 atau Liga Nusantara musim lalu. Musim ini menjadi tantangan berbeda bagi Herry Kiswanto karena PSGC memasuki era baru sebagai tim satelit PT Persib Bandung Bermartabat. Kolaborasi ini membuat proses pembentukan skuad dilakukan bersama manajemen Persib, termasuk dalam penyediaan sejumlah pemain dan staf kepelatihan.
Herry Kiswanto didampingi oleh asisten pelatih Eka Ramdani dan Boy Jati Asmara, serta pelatih kiper I Made Irawan dalam membangun kekuatan tim. Ketiganya merupakan mantan pemain Persib Bandung yang memiliki pengalaman luas di sepak bola nasional. “Kompetisi Liga 2 tentu menjadi tantangan bagi kami. Harapan kami bisa lolos dan bersaing dengan tim-tim lainnya. Paling tidak target kami bisa bertahan di posisi empat besar,” ujar Herkis, sapaan akrab Herry Kiswanto.
Baca Juga:Balad Galuh Dukung Kolaborasi PSGC Ciamis Jadi Satelit Persib PSGC Ciamis Resmi Jalin Kerja Sama dengan Persib Bandung, Herdiat: Ini Hari Bersejarah
Target empat besar tersebut, menurut Herry Kiswanto, hanya bisa diraih apabila seluruh pemain memiliki semangat kerja keras, disiplin, dan mampu menjalankan strategi yang diterapkan tim pelatih. Ia menegaskan bahwa dalam menentukan komposisi pemain, dirinya tidak akan melihat nama besar ataupun reputasi semata. Kesempatan bermain akan diberikan kepada pemain yang benar-benar menunjukkan etos kerja tinggi dan mampu menjalankan skema permainan yang diinginkannya. “Saya ingin semua pemain masuk ke dalam skema permainan yang saya siapkan. Saya tidak melihat nama besar, tetapi saya ingin pemain yang mau bekerja keras dan berjuang untuk tim,” kata eks pemain Timnas Indonesia yang berasal dari Ciamis tersebut.
