Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga peserta dapat memahami informasi dengan lebih baik.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat.
Hal ini terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti penyuluhan serta banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi diskusi.
Baca Juga:Dosen dan Mahasiswa Bhakti Kencana University Perkuat Edukasi Kesehatan Melalui Gerakan "SATE PADANG"Mahasiswa KKN Tingkatkan Kapasitas Kader Desa Alamendah Melalui Pelatihan dan Edukasi Penyakit Tidak Menular
Salah satu peserta, Rina, menyampaikan, “Program ini sangat berguna untuk menambah pengetahuan kami terkait penyakit TB Paru.”
Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan edukasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan dan penanggulangan TB Paru.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat RW 20 Desa Lamajang semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, mengenali gejala TB Paru sejak dini, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta tidak memberikan stigma kepada penderita TB Paru.
Kolaborasi antara dosen, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung upaya penanggulangan TB Paru secara berkelanjutan sehingga tercipta masyarakat yang lebih sehat dan peduli terhadap pencegahan penyakit menular.
