Melalui forum tersebut, Indonesia memperjuangkan akses pemanfaatan sumber daya tuna yang lebih adil berdasarkan data ilmiah dan tingkat kepatuhan terhadap aturan konservasi internasional.
Data KKP menunjukkan ekspor produk perikanan Indonesia ke Jepang pada 2025 mencapai 613,65 juta dolar AS atau sekitar Rp11 triliun, meningkat 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Komoditas utama yang menyumbang nilai ekspor tersebut meliputi udang, tuna dan cakalang, serta mutiara.
Sementara itu, khusus produk olahan tuna dan cakalang yang kini menikmati tarif preferensi 0 persen melalui IJEPA, nilai ekspor pada 2025 mencapai 76,41 juta dolar AS atau sekitar Rp1,37 triliun, tumbuh 21 persen dibandingkan tahun 2024.
Baca Juga:Rayakan Hari Anak, Mayapada Hospital Bandung Kenalkan Inovasi Layanan Pediatric CenterJNE Raih IWEB Logistics Innovation Award 2026, Perkuat Inovasi Digital untuk Dukung UMKM dan Ekonomi Nasional
Angka tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar Jepang yang dapat dimanfaatkan jika kualitas dan keberlanjutan produksi terus diperkuat.
