Ia pun mengajak pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan komunitas kopi memperkuat kolaborasi melalui konsep pentahelix agar semangat Bandung Mendunia terus tumbuh melalui sektor kopi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung Zeis Zultaqawa mengatakan penyelenggaraan Bandung Bedas Coffee Trade Market menjadi bagian dari peresmian monumen agar masyarakat tidak hanya melihat ikon baru, tetapi juga mengenal produk kopi Kabupaten Bandung secara langsung.
“Kalau orang datang ke monumen tentu akan bertanya, kopinya mana? Nah, jawabannya ada di pameran ini. Di sini masyarakat bisa melihat cerita kopi Kabupaten Bandung dari hulu sampai hilir,” ujar Zeis.
Baca Juga:Bupati Cecep Bidik Tasikmalaya Jadi "Daerah Seribu Event", Festival hingga Kontes Ternak DisiapkanDiikuti 6.000 Pelari dari 10 Negara Surabaya Green Force Run 2026 Tegaskan Surabaya Destinasi Sport Tourism
Ia menilai antusiasme komunitas kopi dalam menyiapkan pameran menunjukkan industri kopi Kabupaten Bandung berkembang pesat dan memiliki potensi besar menjadi salah satu penggerak ekonomi kreatif daerah.
Ke depan, kawasan Monumen Kopi diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata tematik yang dilengkapi ruang promosi UMKM, kafe, serta pusat oleh-oleh berbasis kopi sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
