Gebrakan Baru Percasi Jabar: Dorong Catur Jadi Muatan Lokal hingga Siapkan Beasiswa Pendidikan

PERCASI JABAR
Para pengurus Percasi Pengcab daerah dan Pengda Jabar beserta para peserta usai mengikuti kegiatan Musprovlub Percasi Jabar di Aula Universitas Bhakti Kencana, Jalan Soekarno Hatta No.754, Panyileukan - Kota Bandung, Minggu (21/6/2026). (Nur Aziz/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Ini akan dibikin mulok (muatan lokal) catur. Biasanya mulok itu kesenian atau budaya, kita Percasi dengan catur. Ini terobosan baru karena sebelumnya belum ada,” bebernya.

“Kami berharap dengan bermain catur, tingkat inteligensi anak didik, baik otak kiri maupun otak kanan, akan sinergis dan berkembang,” sambungnya.

Mulyana berjanji, jaringan institusi pendidikan Bhakti Kencana yang tersebar di hampir seluruh kota/kabupaten di Jawa Barat akan dioptimalkan untuk mendukung penuh para atlet catur yang berprestasi melalui program beasiswa Tingkat Kuliah: Beasiswa masuk kuliah di Universitas Bhakti Kencana bagi atlet berprestasi. Sementara, untuk Tingkat Menengah akan diberikan gratis biaya masuk ke SMK Bakti Kencana yang ada di wilayah Jawa Barat.

Baca Juga:Ketua Umum LSM Penjara: Pimpinan Dewan dan Wawalkot Tak Hargai Tokoh Sekber Cimahi Otonom di HUT Kota ke 25Laga Ekshibisi Hujan Gol, Skuad Legenda PERSIB Tekuk Combiphar 5-3 di Stadion Siliwangi

“Syarat untuk beasiswa tentunya harus berprestasi, tidak bisa tiba-tiba masuk. Dengan adanya fasilitas gedung di tiap daerah dan beasiswa ini, diharapkan setiap daerah makin semangat memajukan catur sekaligus bidang akademisnya,” tuturnya.

Fokus Terdekat: Tata Kelola Organisasi dan Renovasi Sekretariat

Selain program jangka panjang di bidang pendidikan dan penyelenggaraan turnamen rutin (seperti rencana Bakti Kencana Cup), Mulyana menegaskan ada dua hal urgen yang menjadi prioritas utamanya saat ini:

1. Pembenahan Tata Kelola Organisasi: Menyusun regulasi, norma, dan nomenklatur yang jelas sebagai garis panduan melangkah, layaknya GBHN dalam sebuah negara.

2. Infrastruktur Sekretariat: Melakukan renovasi (ngaréhab) bangunan sekretariat guna mendukung operasional organisasi. Menariknya, Pak Mulyana mengungkapkan bahwa biaya renovasi ini akan menggunakan dana pribadi terlebih dahulu, sembari membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan (simbiosis mutualisme) dengan pihak rekanan ke depannya.

“Target kita harus lebih baik daripada kemarin, dan hari yang akan datang harus lebih sukses,” pungkasnya optimis. (*)

Laman:

1 2
0 Komentar