Dirut RS Unpad juga menjelaskan, terkait kemungkinan rujukan, jika diskusi mengenai kemungkinan rujukan ke rumah sakit lain, merupakan bagian dari proses penyampaian alternatif pelayanan yang dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan klinis maupun preferensi pasien dan keluarga.
Pembahasan tersebut, menurut Herry, bukan karena rumah sakit menolak pasien ataupun tidak memiliki tenaga medis yang bertugas, melainkan sebagai salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan apabila diperlukan.
“Kemudian pasien pulang atas permintaan sendiri (APS). Pada saat keluarga mengajukan permohonan pulang, perawat melaporkan kondisi tersebut kepada DPJP yang bertanggung jawab atas pelayanan pasien,” jelasnya.
Baca Juga:Ribuan Motor Listrik BGN Senilai Rp1,3 Triliun di Sentul Bogor Disegel!Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Tasikmalaya Gelar Lomba MTQ dan Adzan
Herry menyampaikan, berdasarkan evaluasi klinis yang tersedia pada saat itu, DPJP masih merekomendasikan agar pasien melanjutkan perawatan rawat inap karena proses observasi dan terapi belum sepenuhnya selesai.
Setelah memperoleh penjelasan mengenai kondisi medis serta pilihan penatalaksanaan yang tersedia, keluarga memilih untuk mengajukan APS dan menandatangani dokumen yang diperlukan.
“Seluruh proses tersebut didokumentasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Sebagai bagian dari kesinambungan pelayanan, DPJP juga memberikan resep dan rencana pengobatan lanjutan kepada pasien setelah kepulangan,” kata Herry.
Dia menyebutkan, dalam hal ini RS Unpad senantiasa berkomitmen menjadikan peristiwa yang terjadi sebagai bahan evaluasi penting.
Kususnya terkait komunikasi antara tenaga kesehatan dengan pasien dan keluarga, terutama pada pelayanan hari libur dan di luar jam kerja reguler.
“Kami memahami bahwa mutu pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis yang diberikan,” ujar Herry.
“Tetapi juga oleh kualitas komunikasi yang mampu memberikan pelayanan yang aman, profesional, berorientasi pada keselamatan pasien, serta memberikan rasa aman dan kejelasan bagi pasien dan keluarganya,” lanjutnya.
Baca Juga:Langkah Tegas Pemkab Tasikmalaya, Portal Cegah ODOL Dibangun di Papayan!Rumah Warga di Ciampea Bogor Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik
Herry mengaku, pihaknya memahami bahwa keluarga Sonia Sugian mengharapkan komunikasi langsung dengan dokter spesialis yang menangani pasien.
“Aspek tersebutlah yang menjadi salah satu fokus utama evaluasi dan perbaikan RS Unpad ke depannya,” imbuh Herry.
“Atas perhatian dan kesempatan yang diberikan untuk menyampaikan hak jawab ini, kami mengucapkan terima kasih,” pungkasnya. (Bas)
