KOI Dukung 2nd STIGA Table Tennis ASEAN Club Championships: Klub Fondasi Utama Pembinaan Atlet

KOI Dukung 2nd STIGA Table Tennis ASEAN Club Championships: Klub Fondasi Utama Pembinaan Atlet
Petenis meja Malaysia Taufik mengembalikan bola ke arah petenis meja Indonesia Muhammad Naufal saat mengikuti kejuaraan Tenis Meja se-Asia Tenggara di Gedung Graha Sanusi, Universitas Padjadjaran (Unpad), Kota Bandung, Kamis (11/6/2026). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

“Olahraga itu dibangun dari bottom-up, bukan dari top-down. Jadi memang harus memiliki akar yang kuat,” katanya.

Lebih lanjut, Wijaya mengapresiasi penyelenggaraan 2nd STIGA Table Tennis ASEAN Club Championships yang merupakan kelanjutan dari turnamen serupa pada tahun sebelumnya. Ia berharap kejuaraan tersebut dapat terus berlanjut dan menjadi agenda rutin di kawasan ASEAN.

Menurutnya, kompetisi yang berkesinambungan sangat dibutuhkan sebagai wadah bagi atlet untuk mengukur kemampuan dan menambah pengalaman bertanding. Keberadaan turnamen berkualitas juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan menuju ajang-ajang multi-event yang lebih besar.

Baca Juga:Tatap Olimpiade 2028, Pemerintah Berkomitmen Bangun Training CenterMenpora Fokus Bangun Ekosistem Olahraga untuk Olimpiade 2028, Atletik Jadi Prioritas

“Saya harapkan kalau bisa lebih rutin dilakukan. Bahkan kalau memungkinkan, dalam satu tahun bisa digelar secara bergantian di negara-negara ASEAN sehingga terus berlanjut dan menjadi kalender tetap,” ujarnya.

Wijaya menilai pengembangan olahraga tidak bisa hanya mengandalkan dukungan pemerintah ataupun fokus pada ajang multi-event seperti SEA Games, Asian Games, atau Olimpiade. Menurutnya, keberhasilan di level tersebut harus ditopang oleh sistem pembinaan yang matang melalui kompetisi reguler dan berjenjang.

“Tidak bisa hanya mengharapkan dari pemerintah. Games-games itu adalah ujungnya saja. Untuk sampai ke ujung itu harus ada persiapan yang matang. Atlet tidak bisa hanya berlatih sendiri, tetapi harus didukung oleh event-event yang berkualitas,” katanya.

Melalui kejuaraan antar klub seperti 2nd STIGA Table Tennis ASEAN Club Championships, KOI berharap lahir lebih banyak atlet potensial yang mampu bersaing di tingkat internasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan olahraga tenis meja di kawasan Asia Tenggara.

0 Komentar