Cultura PERSIB Resmi Digelar di Braga, Merayakan Sejarah, Identitas dan Kejayaan Maung Bandung Tiga Kali Juara

Cultura PERSIB Resmi Digelar di Braga, Merayakan Sejarah, Identitas dan Kejayaan Maung Bandung Tiga Kali Juara
Cultura PERSIB Resmi Digelar di Braga, Merayakan Sejarah, Identitas dan Kejayaan Maung Bandung Tiga Kali Juara
0 Komentar

“Pencapaian yang diraih PERSIB dalam beberapa musim terakhir bukan hanya milik klub, melainkan milik seluruh Bobotoh dan masyarakat yang selama ini tumbuh bersama PERSIB. Karena itu, Cultura PERSIB kami hadirkan sebagai ruang untuk merayakan perjalanan tersebut bersama-sama,” ujar Adhitia, Senin (8/6/2026).

Menurutnya, pameran ini menjadi kesempatan bagi publik untuk melihat sisi lain dari PERSIB yang selama ini mungkin tidak terlihat di balik atmosfer pertandingan.

“Melalui pameran ini, kami ingin mengajak publik melihat bahwa di balik setiap pertandingan dan trofi, terdapat sejarah, nilai, kreativitas, serta ikatan emosional yang telah membentuk hubungan kuat antara PERSIB, Kota Bandung, dan masyarakatnya,” katanya.

Baca Juga:bank bjb Dorong Sport Tourism Lewat Kesuksesan Suroboyo 10K di Kota SurabayaPeringati Hari Buruh, BPJS Kesehatan Permudah Akses Layanan JKN bagi Pekerja

Ia menegaskan, selama puluhan tahun PERSIB telah berkembang menjadi lebih dari sekadar klub sepak bola.

“PERSIB selalu memiliki tempat yang istimewa di hati masyarakat. Selama puluhan tahun, klub ini tidak hanya menghadirkan pertandingan sepak bola, tetapi juga menjadi bagian dari identitas, kebanggaan, dan kehidupan sosial masyarakat Bandung dan Jawa Barat,” lanjutnya.

Adhitia menilai waktu penyelenggaraan Cultura PERSIB sangat tepat karena berada di antara pencapaian bersejarah musim lalu dan persiapan menyambut kompetisi Super League 2026/2027.

“Momentum ini menjadi semakin bermakna karena berlangsung setelah musim yang bersejarah dan akan ditutup menjelang dimulainya Super League 2026/2027. Kami berharap Cultura PERSIB dapat menjadi jembatan antara pencapaian yang telah diraih dengan semangat baru untuk menghadapi perjalanan berikutnya,” tuturnya.

Sementara itu, Owner Grey Art Gallery, Elia Yoesman, menilai PERSIB merupakan salah satu fenomena budaya terbesar yang dimiliki Kota Bandung dan telah melampaui batas-batas olahraga.

“Kami melihat PERSIB sebagai salah satu fenomena budaya paling berpengaruh yang dimiliki Kota Bandung. Kehadirannya tidak hanya dirasakan di stadion, tetapi juga hidup dalam berbagai ruang sosial dan kreatif masyarakat,” kata Elia.

Melalui keterlibatan puluhan seniman, kreator, serta kontributor dari berbagai latar belakang, pihaknya ingin menunjukkan bagaimana PERSIB mampu menjadi sumber inspirasi yang berkembang menjadi bagian penting dari identitas budaya kota.

0 Komentar