Pada kesempatan yang sama, Bank Mandiri Taspen juga melakukan penyerahan simbolis sembilan Sertifikat Hak Merek Mantapreneur dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Pemberian sertifikat hak merek ini menjadi pencapaian penting bagi para pelaku usaha binaan agar dapat naik kelas dan memiliki legalitas usaha yang lebih kuat.
Dengan adanya perlindungan hak merek, para pelaku usaha diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing bisnisnya.
Komitmen Bank Mandiri Taspen terhadap pemberdayaan usaha warga senior juga diwujudkan melalui program Mantapreneur Naik Kelas (MNK) yang merupakan bagian dari Pilar Mantap Sejahtera. Program ini telah diselenggarakan di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Semarang.
Baca Juga:Kinerja Triwulan I 2026 Positif, bank bjb Bukukan Pertumbuhan Laba dan Penguatan BisnisHAIKOCI Gelar Sunmori Adventure ke Curug Citambur, Perkuat Brotherhood dan Semangat #Cari_Aman
Melalui program tersebut, ratusan nasabah wirausaha pensiunan telah mendapatkan pelatihan dan pendampingan usaha, sementara jumlah UMKM binaan Bank Mandiri Taspen terus berkembang hingga mencapai ribuan nasabah. Berbagai jenis usaha yang dijalankan para peserta meliputi bidang kuliner, batik, fesyen, kerajinan tangan, tas kulit, mebel, hingga usaha kreatif lainnya.
Para peserta juga mendapatkan pelatihan manajemen usaha, pemasaran digital, personal branding, hingga pendampingan untuk menembus pasar ekspor. Selain itu, Bank Mandiri Taspen turut menyediakan berbagai program wirausaha guna mendukung para nasabah tetap produktif dan mandiri di masa pensiun.
“Melalui berbagai program tersebut, Bank Mandiri Taspen berharap dapat terus menjadi sahabat terbaik para pensiunan Indonesia dalam menjalani masa tua yang sehat, sejahtera, dan bermakna.” pungkas Rio Lanasier.
