“Biasanya tidak terlalu sering karena kondisi di sana juga. Paling mengabarkan soal pergantian shift, kondisi kesehatan, makan bagaimana, dan keamanan di lapangan. Sampai komunikasi terakhir itu kondisinya masih aman,” ujarnya.
Meski sejak awal keluarga sudah memahami risiko penangkapan, Hani mengaku tetap terpukul ketika mendengar kabar tersebut.
“Kami memang sudah tahu risiko paling beratnya adalah ditangkap. Bahkan kemungkinan bisa sampai Gaza juga sangat kecil. Jadi sebenarnya kami sudah mengantisipasi kemungkinan itu,” katanya.
Baca Juga:Dua Maling Gasak Sepeda Motor di Gunung Putri Bogor, Lepaskan Tembakan Saat KaburSoal Ulat di Menu MBG, Komisi IV DPRD Tasikmalaya: Mengecewakan! Makan Bergizi Tapi Tidak Higienis
“Walaupun sudah ancang-ancang, tetap saja kaget dan sedih ketika mendengar kabar itu. Bukan cuma saya sebagai orang tua, adik-adiknya dan keluarga besar juga syok,” lanjutnya.
Saat ini keluarga berusaha tetap tenang sambil terus mencari informasi resmi terkait kondisi Odi dan para relawan lainnya.
“Kami mencoba tidak panik dan tetap rasional sambil mencari informasi yang benar. Untungnya dari Republika juga sudah ada komunikasi dan informasi yang bisa kami pegang, jadi tidak terlalu terbawa kabar simpang siur,” ujarnya.
Hani berharap Pemerintah Indonesia dapat menempuh jalur diplomasi internasional demi keselamatan para WNI yang diduga ditahan.
“Kami berharap pemerintah, terutama Presiden dan Menteri Luar Negeri, bisa mengupayakan jalur diplomasi kepada Israel agar para relawan segera dibebaskan dan dipulangkan dalam keadaan selamat tanpa kekurangan apapun,” katanya.
Ia menegaskan, Odi berangkat dalam kapasitas sebagai jurnalis yang menjalankan tugas peliputan misi kemanusiaan lintas negara menuju Gaza.
“Sebelum berangkat, Odi berdiskusi sangat mendalam dengan saya. Sebagai jurnalis, dia menyampaikan mendapatkan tugas peliputan pengiriman bantuan kemanusiaan lintas negara menuju Gaza yang dimulai dari Tunisia melalui jalur laut,” ungkapnya.
Baca Juga:Permudah Akses Masyarakat, Pemkab Tasikmalaya Wujudkan Transformasi DigitalArus Balik Puncak Didominasi Kendaraan ke Jakarta, Jalur Kembali Normal Dua Arah
Menurutnya, sebagai ibu dirinya tentu diliputi rasa khawatir, namun tetap memberikan dukungan penuh atas keputusan putranya tersebut.
“Sebagai seorang ibu, bohong jika saya tidak khawatir. Perasaan cemas itu pasti ada. Namun melihat niat baik dan profesionalisme sebagai jurnalis, tugas saya sebagai orang tua adalah memberikan rido, dukungan penuh, dan doa terbaik,” katanya.
