Distan Kabupaten Bandung Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha

Distan Kabupaten Bandung Intensifkan Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bandung, Ina Dewi Kania saat ditemui di kantornya, Selasa (12/5/2026). Foto Agni Ilman Darmawan
0 Komentar

Dari total kebutuhan hewan kurban, sekitar 40 persen dipenuhi dari peternak lokal Kabupaten Bandung, sementara sisanya didatangkan dari luar daerah, terutama Jawa Timur.

Meski demikian, lalu lintas hewan dari luar daerah diperketat melalui pos pengawasan di Nagreg. Hewan yang terindikasi bermasalah akan dikarantina di Rumah Potong Hewan (RPH) Baleendah.

“Kalau ada hewan yang terdeteksi bermasalah, kita tempatkan dulu di rumah potong hewan di Baleendah untuk dikarantina, diawasi dokter hewan dan paramedik,” jelasnya.

Baca Juga:Jelang Iduladha 2026, DKPP Kota Bandung Periksa Ribuan Hewan Kurban dan Perketat Antisipasi PMKDKPP Kota Bandung Perkuat Persiapan Iduladha 2026, Fokus pada Pelatihan dan Kesehatan Hewan Kurban

Selain pengawasan rutin melalui 10 Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan program posterling, Dispertan juga menetapkan layanan khusus selama Mei. Setiap Selasa dan Jumat, tim melakukan kunjungan spesial ke peternak dan lapak hewan kurban.

Tak hanya itu, edukasi juga diberikan kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), peternak, hingga juru sembelih halal terkait pemilihan hewan sesuai syariah, sanitasi pemotongan, serta pemeriksaan ante mortem dan post mortem.

“Kalau hewan sehat, nanti akan diberi label sehat. Setelah disembelih pun ada pemeriksaan post mortem untuk memastikan organ dalamnya aman dikonsumsi,” kata Ina.

Ia pun menghimbau masyarakat agar membeli hewan kurban dari lapak yang telah diperiksa petugas dan memiliki tanda sehat resmi dari Dispertan.

“Pastikan hewan sudah diperiksa dokter hewan atau paramedik kami, ada label sehat, sehingga masyarakat merasa aman dan tenang,” pungkasnya.

0 Komentar