Seperti diketahui, persoalan irigasi Ciramajaya bukanlah barang baru. Sejak tahun 2010, lahan di kawasan ini telah disiapkan untuk menjadi sawah produktif. Bahkan sekitar lima tahun lalu, Pemkab Tasikmalaya pernah berjanji akan melakukan rehab tuntas, namun hingga tahun 2026 tidak terealisasi.
Irigasi Ciramajaya memiliki panjang total 16 kilometer, membentang dari hulu di Kecamatan Mangunreja, melewati Tanjungjaya, hingga berujung di Kecamatan Sukaraja. Namun, saat ini air hanya mampu mengalir sejauh 10 kilometer.
Masalah utama yang teridentifikasi adalah debit air yang kurang, sistem gilir air yang diterapkan saat ini dianggap tidak efektif karena volume air dari hulu memang sudah tidak mencukupi. Ditambah faktor pendangkalan.
Baca Juga:Bupati Tasikmalaya Posting Momen Naik Kuda Bersama KDM, Netizen Komentar Soal Jalan RusakTak Kunjung Ditindak, Restoran Asep Stroberi Puncak Bogor Coreng Wajah KDM
Kemudian terjadi sumbatan di aliran sungai dan perlu adanya normalisasi total dari hulu hingga hilir agar air dapat mengalir lancar. Potensi yang terbuang saat ini terdapat sekitar 400 hingga 500 hektare lahan sawah yang belum terairi. (Hendi)
Reporter: Hendi
