Ditanya terkait modus dari penipuan ini, Hendrik menyebut bahwa warga tertarik karena pelaku menawarkan pembelian sembako dengan harga di bawah pasar.
“Jadi seolah-olah nih kalau harga pasaran minyak goreng 1 kilo itu di harga pasarannya 39 ribu sama dijual dia bisa jual 30 ribu. Jadi setelah sudah banyak yang investasi baru dia kabur,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pihak kepolisian telah memeriksa dua orang saksi dan akan segera melakukan penyelidikan lebih lanjut.
