DPRD Bandung Sayangkan Kematian Dua Anak Harimau Bandung Zoo

Bandung Zoo
Pimpinan DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya, menyayangkan kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, di Bandung Zoo. 
0 Komentar

BANDUNG – Kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, di Bandung Zoo menuai sorotan tajam DPRD Kota Bandung. Pimpinan DPRD Kota Bandung Edwin Senjaya menyayangkan peristiwa tersebut dan mendesak evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan kebun binatang, meski kedua satwa dilindungi itu mati akibat virus Panleukopenia.

Menurutnya, bisa saja ada kelalaian dari pihak pengelola yang menyebabkan kedua satwa tersebut mati. Walaupun virus menjadi penyebabnya, pengelola atau penanggung jawab seharusnya lebih memperhatikan kondisi hewan-hewan yang ada di tempat tersebut, setelah imbas persengketaan yang berlarut-larut terjadi.

“Ini sangat memprihatinkan dan harus menjadi pelajaran penting. Kematian binatang yang terancam punah dan dilindungi seperti harimau itu tidak bisa dianggap biasa. Meskipun dikatakan virus menjadi penyebab kematian dua anak harimau Benggala itu, harus ada evaluasi menyeluruh terkait insiden ini,” ujar Edwin, melalui keterangan resminya, Kamis (26/3/2026) malam.

Baca Juga:Kematian Huru dan Hara di Bandung Zoo, Ono Surono Soroti Kelalaian Pemkot dan KementerianTangan-Tangan yang Pernah Kuat, Kini Digenggam Kembali

Ia memandang kasus tersebut bukan sekadar insiden biasa, apalagi ada kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kota Bandung terkait Kebun Binatang. Hal ini mesti menjadi perhatian serius bagi Pemerintah Kota Bandung, Kementerian Kehutanan, termasuk Kebun Binatang Bandung.

Pemkot Bandung, diutarakan Edwin, seharusnya dapat mengantisipasi dan memastikan seluruh hewan di kebun binatang itu terawat dengan baik. “Dalam kenyataannya, hal tersebut belum dapat terlaksana. Oleh karena itu, harus ada langkah nyata dari Pemkot Bandung serta pihak terkait menyikapi peristiwa tersebut,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar ini mendesak Wali Kota Bandung, Kementerian Kehutanan, serta pihak kebun binatang melakukan koordinasi guna mencegah kejadian serupa terulang. Dirinya ingin agar makanan yang diberikan kepada seluruh satwa sesuai standar, kandang pun terjaga kebersihannya, serta pemeriksaan kesehatan dilakukan secara berkala.

“Jangan sampai kejadian ini terulang. Kita semua harus memastikan hewan-hewan di Kebun Binatang Bandung mendapatkan perawatan yang layak. Peristiwa ini harus jadi momentum bagi seluruh pihak untuk melakukan pembenahan,” pungkasnya.

Sebelumnya, kedua anak harimau bernama Huru dan Hara mati karena terjangkit virus Panleukopenia di Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo pada Selasa (24/3) dan Kamis (26/3). Penanganan sempat dilakukan secara kolaboratif oleh tim lintas instansi, mulai dari Rumah Sakit Hewan Cikole, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, BBKSDA, hingga tim medis dari kebun binatang, namun tidak bisa menyelamatkan nyawa kedua satwa tersebut. (bbs)

0 Komentar