JABAR EKSPRES – Seorang Jurnalis yang mengantongi Id Card jenjang muda Dewan Pers dan tersertifikasi oleh Dewan Pers mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari seorang oknum yang Mengaku staf Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung berinisial (AF), pada Jum’at (6/3/2026).
Insiden tersebut memicu kemarahan kalangan jurnalis karena dinilai tidak hanya menyerang individu, tetapi juga merendahkan profesi pers secara terbuka.
Peristiwa itu terjadi usai kegiatan KORMI yang digelar KORMI Kabupaten Bandung.
Baca Juga:BRI Gerak Cepat Salurkan Bantuan Tahap Awal untuk Korban Bencana Pergerakan Tanah di Bantargadung Sukabumi30 Atlet dan Pelatih Peraih Medali FORNAS Terima Kadeudeuh dari Bupati Bandung
Saat itu sejumlah wartawan mencoba melakukan konfirmasi terkait kegiatan yang baru saja berlangsung.
Namun situasi justru berubah menjadi perdebatan setelah oknum staf KORMI tersebut melontarkan pernyataan yang dinilai arogan dan merendahkan profesi wartawan.
Di hadapan beberapa jurnalis, AF menyatakan bahwa pihaknya tidak mengundang wartawan dalam kegiatan tersebut karena lebih memilih publikasi melalui media sosial.
“Kami tidak mengundang wartawan karena kami lebih fokus di media sosial,” ujarnya dengan nada tinggi.
Pernyataan tersebut memicu reaksi dari wartawan yang berada di lokasi.
Salah seorang jurnalis berinisial H kemudian menanyakan maksud dari ucapan tersebut.
Namun bukannya memberikan penjelasan yang profesional, AF justru melontarkan kalimat yang dinilai melecehkan.
Dengan nada keras dan membentak, AF mempertanyakan kapasitas H sebagai wartawan.
Baca Juga:Danamon Umumkan Rencana Perubahan Susunan PengurusPLN Icon Plus Lakukan P3AK di Kecamatan Cimalaka untuk Jaga Keandalan Jaringan
“Sudah berapa lama jadi wartawan, jangan jangan wartawan bodrek” Saya juga dari media,” dengan nada songong
Tidak berhenti di situ, AF juga menantang dan mempertanyakan legitimasi keanggotaan kewartawanan milik H.
“Coba lihat, mana Kartu Tanda Anggota (KTA) nya”, ejeknya
Untuk membuktikan identitasnya, H kemudian memperlihatkan kartu identitas wartawan yang dimilikinya serta menunjukkan ID Card Wartawan Jenjang Muda yang telah terverifikasi dan tersertifikasi oleh Dewan Pers.
Namun respons AF justru kembali memicu ketersinggungan.
“Kartu seperti ini mah bisa dibuat sendiri,” katanya dengan nada meremehkan.
Ucapan tersebut sontak memicu kecaman dari kalangan jurnalis.
Sikap yang ditunjukkan oknum staf KORMI tersebut dinilai tidak mencerminkan etika komunikasi lembaga publik serta berpotensi mencederai kemitraan antara organisasi masyarakat dengan insan pers.
