Ayah Nizam Beberkan Pesan Terakhir Sang Anak Sebelum Tewas Karena Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi

Ayah Nizam Beberkan Pesan Terakhir Sang Anak Sebelum Tewas Karena Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi
Ayah Nizam Beberkan Pesan Terakhir Sang Anak Sebelum Tewas Karena Diduga Dianiaya Ibu Tiri di Sukabumi (Tangkapan layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah tragedi kemanusiaan yang menyayat hati menimpa seorang bocah berusia 12 tahun bernama Nizam Syafei.

Pelajar pondok pesantren tersebut meregang nyawa setelah diduga dianiaya secara keji oleh ibu tirinya sendiri.

Fakta-fakta memilukan ini terungkap setelah sang ayah, Anwar Satibi, membeberkan kronologi kejadian dalam sebuah perbincangan di kanal YouTube Denny Sumargo, Senin 23, Februari 2026.

Baca Juga:Persiapan Buat Bagi-bagi Pas Lebaran! Ini Panduan Resmi Tukar Uang Baru Lebaran 2026 dan Cara DaftarnyaRekomendasi HP Ojol Terbaik 2026 di Bawah 2 Juta, Baterai Awet Kuat Buat Dibawa Narik Seharian

Nizam, yang seharusnya menikmati masa libur pesantrennya untuk menyambut bulan suci Ramadan bersama keluarga, justru harus menghadapi penderitaan luar biasa di rumahnya sendiri di kawasan Jampang, Bojongsari, Sukabumi.

Peristiwa bermula saat Nizam dipulangkan dari pesantren karena menjelang bulan puasa. Anwar Satibi menjelaskan bahwa sebelum ia berangkat ke Sukabumi untuk sebuah urusan, putra tercintanya dalam keadaan baik-baik saja.

“Anak saya itu sebetulnya tinggal di pondok pesantren. Nah karena mau puasa jadi memang semuanya dipulangkan dulu. Sebelum saya pergi ke Sukabumi, anak saya dalam kondisi baik-baik saja. Memang ada luka sedikit karena ada pilek, tapi yang lain gak ada luka,” katanya.

Hanya berselang semalam di Sukabumi, Anwar menerima telepon dari istrinya (TR) yang mengabarkan bahwa Nizam jatuh sakit dan terus memanggil namanya.

Anwar yang panik segera pulang. Namun, setibanya di rumah, ia mendapati anaknya dalam kondisi linglung dan tak mampu menjawab pertanyaannya.

Kecurigaan Anwar memuncak saat melihat sekujur tubuh Nizam dipenuhi luka melepuh yang mengerikan. Saat dikonfrontasi, sang istri justru berdalih dengan alasan yang tidak masuk akal.

“Istri saya menjawab ‘Ya ini kan sakit panas, kalau panasnya berlebihan suka melepuh seperti ini kesiram air panas’,” tutur Anwar menirukan jawaban sang istri.

Baca Juga:Rekomendasi 5 HP Rp2 Jutaan Terbaik 2026, Spek Dewa Harga Kaki LimaPanduan Lengkap KUR BRI 2026 dengan Bunga 6% dan Plafon Rp100 Juta, Solusi Tepat dan Cepat Masalah Modal Usaha

Di tengah rasa sakit yang luar biasa, Nizam sempat menunjukkan bakti terakhirnya kepada sang ayah. Seolah tahu waktunya tidak lama lagi, ia menyentuh pipi ayahnya sembari meminta ampun.

“Terus dia pegang pipi saya. Dia minta maaf ke saya. ‘Ayah maafin dedek ya’. Sampai dua kali dia minta maaf ke saya,” ucapnya.

Dokter Temukan Tanda Penganiayaan Berat

Kebenaran mulai terkuak saat Nizam dilarikan ke rumah sakit keesokan harinya. Tim medis yang menangani korban langsung menyadari bahwa luka-luka tersebut bukanlah akibat sakit panas, melainkan kekerasan fisik yang disengaja.

0 Komentar