9 Kebiasaan untuk Mempertajam Otak, Meningkatkan Fokus dan Daya Ingat Menurut Dokter

9 Kebiasaan untuk Mempertajam Otak, Meningkatkan Fokus dan Daya Ingat Menurut Dokter
9 Kebiasaan untuk Mempertajam Otak, Meningkatkan Fokus dan Daya Ingat Menurut Dokter
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Inilah 9 kebiasaan untuk mempertajam otak, meningkatkan fokus dan daya ingat menurut dokter.

Di tengah dunia kerja yang serba cepat, penuh tekanan, dan banjir notifikasi, menjaga fungsi otak, fokus, dan daya ingat menjadi kunci utama produktivitas.

Deadline datang silih berganti, email tak pernah berhenti, dan konsentrasi terasa semakin sulit dipertahankan.

Baca Juga:Daftar Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Awal Puasa Turun, Cek RinciannyaBRI Region 9 Salurkan Bantuan Sembako di Kelurahan Braga, Lengkapi Rangkaian Social Activity HUT ke-130 BRI

Menurut dokter populer Dr. Pal Manickam, menjaga kesehatan otak sebenarnya tidak rumit. Kuncinya ada pada kebiasaan harian, terutama pola makan dan gaya hidup.

“Otak membutuhkan nutrisi yang tepat untuk meningkatkan daya ingat, fokus, dan mencegah rasa lesu. Mengonsumsi junk food justru membuat fokus mundur, produktivitas terhambat, dan daya ingat menurun,” jelasnya melalui media sosial.

9 Kebiadaan Mempertajam Otak

Berikut 9 kebiasaan untuk mempertajam otak dan meningkatkan konsentrasi menurut Dr. Pal.

1. Konsumsi Asam Lemak Omega-3 (EPA & DHA)

Tahukah Anda bahwa hampir 60% otak terdiri dari lemak? Neuron dilapisi oleh lapisan lemak yang membantu komunikasi antarsebuh otak berjalan efisien.

Asam lemak omega-3, khususnya EPA dan DHA, berperan penting dalam:

· Mengurangi stres

· Meningkatkan fokus

· Mempertajam daya ingat

· Mendukung kesehatan otak jangka panjang

Sumber terbaiknya adalah ikan seperti salmon dan anchovy. Bagi vegetarian, suplemen berbahan dasar alga bisa menjadi alternatif.

Untuk fungsi otak optimal, Dr. Pal menyarankan konsumsi sekitar 1,5–2 gram EPA dan DHA per hari.

2. Pilih Karbohidrat Kompleks

Banyak orang mengandalkan gula atau makanan manis untuk energi cepat. Padahal, gula sederhana menyebabkan lonjakan energi yang cepat diikuti penurunan drastis (energy crash).

Karbohidrat kompleks seperti:

· Oatmeal

· Nasi merah

· Ubi

· Gandum utuh

Baca Juga:Link Tes Ujian Kesabaran Viral 2026, Apakah Kesabaranmu Setipis Tisu saat Puasa?Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp2.910.000, Cek Rinciannya

Memberikan pelepasan glukosa yang stabil, sehingga otak tetap bertenaga sepanjang hari dan fokus lebih terjaga.

3. Perbanyak Protein Berkualitas Tinggi

Protein mengandung asam amino yang menjadi bahan pembentuk neurotransmitter, yaitu zat kimia yang membantu komunikasi antar sel otak.

Beberapa sumber protein berkualitas:

· Telur

· Daging tanpa lemak

· Tahu

· Paneer

· Kacang-kacangan dan lentil

0 Komentar