Louise pun membiarkan cetakan gipsumnya berinteraksi langsung dengan elemen alam. Cetakan gipsum itu, menurutnya, bahkan ia biarkan membawa berbagai material ‘tambahan’: tempelan tanah, akar-akaran, batu-batu kecil, dan entah apa lagi.
Menurut Heru Hikayat, ketidakutuhan tubuh dalam karya-karya mereka berkaitan dengan relasi perupa dan material. “Baik Dzikra maupun Louise sengaja berbagi ruang antara kehendak diri, dengan apa-apa yang sewajarnya terjadi dalam sebuah proses, dan di ujung semua itu adalah elemen alami,” katanya.
Dia menutup catatannya dengan menegaskan sikap kedua perupa terhadap pengetahuan dan ketidakpastian. “Baik pengetahuan maupun ‘ketidak-tahuan’ sama-sama dirayakan.”
