Penyuluhan DAGUSIBU di SMPN 7 Bandung, Bekali Siswa Jadi Generasi Melek Obat dan Antibiotik

Penyuluhan DAGUSIBU di SMPN 7 Bandung, Bekali Siswa Jadi Generasi Melek Obat dan Antibiotik
Penyuluhan DAGUSIBU di SMPN 7 Bandung, Bekali Siswa Jadi Generasi Melek Obat dan Antibiotik. (foto: Reni)
0 Komentar

Menurut pengakuan siswa, cara penyampaian materi yang diselingi diskusi, contoh nyata, dan kesempatan berbagi pengalaman membuat mereka tidak hanya “mendengar ceramah”, tetapi benar-benar diajak memahami apa itu DAGUSIBU dan mengapa penggunaan antibiotik harus hati-hati.

Mereka mulai menyadari bahwa menyimpan obat di tempat lembap atau panas dapat merusak kualitas obat, obat kadaluarsa tidak boleh diminum lagi, dan tidak semua sakit memerlukan antibiotik.

Pihak SMPN 7 Bandung menyambut baik kegiatan ini sebagai bagian dari upaya penguatan edukasi kesehatan di lingkungan sekolah.

Baca Juga:Mudik Gratis BUMN 2026 Sudah Dibuka! Awas Kehabisan Kuota 100 Ribu OrangMagang Kemenkeu 2026 Dibuka! Mahasiswa Aktif Bisa Dapat Uang Saku, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Kegiatan penyuluhan DAGUSIBU dan penggunaan antibiotik yang benar dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, di mana informasi tentang obat mudah diakses, tetapi belum tentu benar dan aman.

Sekolah juga melihat peluang untuk mengintegrasikan materi ini ke dalam kegiatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan program sekolah sehat agar pesan penggunaan obat yang benar bisa berkelanjutan.

Bagi tim KKN, program ini menjadi pengalaman berharga untuk menerapkan ilmu yang didapat di bangku kuliah secara langsung di masyarakat.

Mereka berharap siswa yang telah mengikuti penyuluhan dapat menjadi agen perubahan di keluarga dan lingkungan sekitar, dengan memberikan contoh penggunaan obat yang benar dan mengingatkan orang-orang terdekat agar tidak sembarangan mengonsumsi antibiotik.

Melalui kegiatan “Penyuluhan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) Obat dengan Benar” dan edukasi penggunaan antibiotik yang rasional di SMPN 7 Bandung, diharapkan terbentuk generasi pelajar yang lebih sadar, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan obat.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi langkah awal bagi kerja sama berkelanjutan antara perguruan tinggi dan sekolah dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui program-program edukasi yang kreatif dan interaktif.

0 Komentar