SMK Sangkuriang 1 Cimahi Maksimalkan Aplikasi LACI untuk Wadah Aspirasi Siswa Setelah Tragedi MRJ

SMK Sangkuriang 1 Sekolah MRJ (17)
SMK Sangkuriang 1 Sekolah MRJ (17)/Foto: Firman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pihak SMK Sangkuriang 1 Cimahi menegaskan komitmennya untuk meningkatkan sosialisasi dan edukasi kepada para siswa setelah seorang pelajar berinisial MRJ (17) meninggal dunia di Flyover Pasupati, Bandung, pada Selasa (10/2/2026).

Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMK Sangkuriang 1 Cimahi, Siti Darajat, mengatakan peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pihak sekolah, terutama dalam memahami kondisi psikologis siswa secara lebih mendalam.

“Kami harus lebih mengenal karena ternyata siswa yang baik-baik saja terlihat di sekolah belum tentu baik kondisinya,” kata Siti saat diwawancarai Jabar Ekspres di sekolah, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga:Strategi Gubernur Ahmad Luthfi Turut Sukseskan Program Prioritas Presiden Ramai Soal Reshuffle Kabinet Prabowo Siang Ini, Nama Juda Agung Menguat untuk Posisi Wamenkeu

Menurutnya, tragedi serupa juga pernah terjadi pada tahun 2024 lalu. Hal itu menjadi pengingat bahwa pengawasan terhadap siswa tidak hanya sebatas perilaku yang tampak di lingkungan sekolah.

Siti menjelaskan, ke depan pihak sekolah akan lebih aktif memantau siswa, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus maupun yang menunjukkan perilaku hiperaktif.

“Justru kami memantau gitu dan ya kebetulan almarhum (MRJ) ini tidak ada masalah sama sekali dan tidak ada perilaku yang menyimpang, dikenal baik gitu ya, sehingga kami anggap siswa yang baik-baik saja gitu,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai langkah konkret yang akan diambil sekolah ke depannya, Siti memastikan akan ada penguatan sosialisasi, khususnya terkait kesehatan mental siswa.

“Iya, tentunya insyaallah ke depannya, kemarin pun kepala sekolah ketika mendengar kejadian tersebut sudah memberikan instruksi, terutama kepada seluruh guru dan khususnya kepada tim BK, tim bimbingan konseling,” tegasnya.

Ia menambahkan, fokus utama sekolah adalah memberikan ruang aman bagi siswa agar berani menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

“Untuk lebih mengutamakan penguatan mental siswa dan membiarkan siswa untuk speak up apa pun masalahnya kepada guru, wali kelas, ataupun BK,” lanjut Siti.

Baca Juga:Layvin Kurzawa, Jawaban Persib di Fase Paling MenentukanDion Markx Jadi Simbol Regenerasi Persib Bandung

Selain layanan bimbingan konseling secara langsung, SMK Sangkuriang 1 Cimahi sebenarnya telah memiliki sarana digital bernama Laci (Lemari Aspirasi Siswa Sakuci).

Aplikasi tersebut dapat diakses oleh seluruh siswa sebagai wadah untuk menyampaikan aspirasi maupun keluhan secara pribadi.

“Karena itu sifatnya independen gitu, karena tidak ada yang tahu, hanya siswa ingin menuju ke siapa saja,” terang Siti.

0 Komentar