Beberapa di antaranya adalah wayang golek, gong, gamelan Sunda, hingga angklung, yang sebagian telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda, termasuk yang diakui oleh UNESCO.
“Pameran ini baru dihadirkan di dua ruangan. Ke depan bisa ditambah ruangan lain untuk wayang, gamelan, dan kesenian Sunda lainnya. Mudah-mudahan bisa menjadi koleksi permanen setelah melalui proses kurasi lebih lanjut, termasuk rencana menghadirkan balai pusaka dan bagian-bagian lainnya,” tuturnya.
