Ia menambahkan, tim DVI menggunakan berbagai metode identifikasi, mulai dari pemeriksaan gigi dan ciri medis hingga uji DNA sebagai langkah terakhir. Sampel pembanding diambil dari keluarga inti korban, seperti orangtua, anak, atau saudara kandung.
Untuk meminimalkan risiko kesehatan, seluruh petugas evakuasi dan identifikasi dibekali alat pelindung diri lengkap serta menjalani prosedur kesehatan sesuai standar operasional.
“Pengamanan kesehatan menjadi perhatian utama karena risiko dari kondisi jenazah. Semua SOP sudah dijalankan,” tandasnya. (Wit)
