Menariknya lagi, kemewahan rasa ini dibanderol dengan harga yang sangat ramah di kantong, yakni mulai dari Rp 7.000 hingga Rp 40.000 untuk menu utama.
Tak hanya soal lidah, pengalaman visual dan auditif juga ditawarkan. Bekerja sama dengan Paguyuban Jawa Tengah (PJT) Cabang Bandung Raya dan binaan Paguyuban Gentra Sentramas, Saji Marem menghadirkan pertunjukan kesenian Jawa pada hari Sabtu dan Minggu.
Respon Pasar dan Rencana Ekspansi
Antusiasme warga Bandung terhadap kehadiran Saji Marem tergolong luar biasa. Salah satu pengunjung milenial, Cynthia (17), mengaku terkejut dengan rasa yang ditawarkan meskipun dirinya terbiasa dengan lidah Sunda.
Baca Juga:UMKM Binaan BRI ‘Kain Indonesia by Shifara’, Hidupkan Nafas Wastra Nusantara Lewat Koleksi Office Wear8 Nabi yang Ditemui Nabi Muhammad Saat Isra Mi'raj Dari Langit Kesatu hingga Langit Ketujuh
”First impression aku kayak Wow banget. Karena sebelumnya kan biasanya kita ke makan-makan Sunda. Favorit aku di sini Ayam Goreng sama sambelnya. Sambalnya itu beneran pedas banget,” kata Cynthia dengan antusias.
Melihat daftar tunggu (waiting list) yang kian memanjang, pihak manajemen kini tengah bersiap melakukan ekspansi. Kapasitas tempat duduk yang saat ini menampung 150 kursi direncanakan bertambah menjadi 170 kursi. Selain itu, jam operasional yang saat ini dimulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB, kemungkinan besar akan ditambah untuk mengakomodasi pencinta sarapan pagi.
”Kami juga punya rencana untuk buka sarapan pagi, nanti ke depannya akan mengakomodir permintaan masyarakat,” pungkas Erik.
Menjelang momen hari besar, Saji Marem juga tengah merancang paket kemasan (packaging) khusus untuk menyambut bulan suci Ramadan dan Idul Fitri. Dengan komitmen menjaga kualitas rasa dan suasana, Saji Marem siap menjadi kompetitor tangguh sekaligus primadona baru dalam kancah kuliner di Kota Bandung. (*)
