Malaysia Nyatakan Ikut Langsung Misi Sumud ke Gaza, Anwar Tegaskan Dukungan untuk Palestina

Malaysia Nyatakan Ikut Langsung Misi Sumud ke Gaza, Anwar Tegaskan Dukungan untuk Palestina
Warga Malaysia menggelar aksi demonstrasi di kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuala Lumpur pada Jumat (3/10/2025). Dalam aksi tersebut, massa mendesak pemerintah AS agar memanfaatkan pengaruhnya untuk menekan Israel supaya membebaskan relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla serta membuka akses masuknya bantuan ke Jalur Gaza. (SUMBER FOTO: ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga.)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan komitmen pemerintahnya untuk terlibat secara langsung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang akan menuju Jalur Gaza. Misi tersebut merupakan inisiatif internasional yang melibatkan lebih dari 80 negara dalam upaya menyalurkan bantuan serta membela hak-hak rakyat Palestina.

Melalui unggahan di media sosial Facebook pada Selasa (13/1), Anwar menyampaikan bahwa pemerintah Malaysia tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga akan ikut ambil bagian secara nyata dalam misi kemanusiaan tersebut.

Pernyataan itu juga disampaikan Anwar dalam pertemuannya dengan Direktur Jenderal Sumud Nusantara Command Center, Sani Araby, serta pendiri Sumud Nusantara, Nadir Al-Nuri.

Baca Juga:Harga Emas Hari Ini Melonjak, Sentuh Tren Positif Global di Awal 2026Onic Hadapi Evil Demi Peluang Lolos Knockout M7 World Championship

“Kami akan mengerahkan seluruh upaya untuk membantu dan membela hak-hak rakyat Palestina. Keadilan tidak dapat ditunda lagi, demi Palestina yang bermartabat dan merdeka,” katanya.

Anwar menegaskan bahwa Malaysia akan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki untuk membantu perjuangan rakyat Palestina. Ia menilai keadilan bagi Palestina tidak bisa terus ditunda dan harus diperjuangkan demi terciptanya kemerdekaan serta martabat bangsa Palestina.

Menurut Anwar, keterlibatan langsung Malaysia dalam misi Sumud merupakan kelanjutan dari gerakan moral dunia yang menuntut keberanian dalam menegakkan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan. Ia menekankan bahwa perjuangan tersebut melampaui batas negara, ras, maupun agama, dan menjadi tanggung jawab bersama komunitas internasional.

Sebelumnya, misi-misi kemanusiaan menuju Gaza kerap menghadapi hambatan dari Israel. Sejumlah kapal bantuan dilaporkan diserang, muatannya disita, dan para aktivis yang terlibat dideportasi oleh otoritas Israel.

Pada Oktober lalu, angkatan laut Israel diketahui menyerang dan menyita lebih dari 40 kapal yang tergabung dalam armada Global Sumud yang hendak menuju Gaza. Selain itu, lebih dari 450 aktivis yang berada di kapal-kapal tersebut sempat ditahan.

Banyak di antara mereka kemudian mengungkapkan pengalaman traumatis akibat perlakuan keras yang diterima selama penahanan.

Israel telah memberlakukan blokade ketat terhadap Jalur Gaza, yang dihuni sekitar 2,4 juta penduduk, selama hampir 18 tahun. Situasi semakin memburuk sejak Maret lalu ketika Israel menutup jalur perbatasan dan menghambat masuknya pasokan makanan serta obat-obatan, sehingga memperparah krisis kemanusiaan dan mengancam terjadinya kelaparan massal.

0 Komentar