“Waktu itu pekerjaannya belum selesai, tapi vendornya sudah tidak bisa dihubungi lagi. Saya jadi kapok dan lebih hati-hati,” tulisnya.
Pengalaman tersebut membuat Ibu Deby lebih selektif dalam memilih penyedia jasa renovasi. Ia mulai memperhatikan reputasi, keberadaan kantor, serta rekam jejak komunikasi sebelum memutuskan bekerja sama. Menurutnya, proses pengecekan ini membantu mengurangi risiko terulangnya kejadian serupa.
Kehati-hatian serupa juga menjadi perhatian sejumlah pelaku jasa desain dan pengerjaan interior yang beroperasi secara profesional. Salah satunya adalah Home Detailing, penyedia jasa desain dan build interior di Bandung, yang menempatkan transparansi dan reputasi sebagai bagian penting dalam membangun kepercayaan dengan klien.
Baca Juga:Info Darurat EON Media, Wajibkan Anggota Deposit Untuk Verifikasi Akun, Terbukti SCAM? Tanpa Pengawal, Sunghoon ENHYPEN Dikejar Sesaeng Fans di Bandara
Pengalaman Deby mencerminkan bahwa memilih pihak renovasi rumah tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Reputasi, rekam jejak, serta kejelasan identitas usaha perlu menjadi pertimbangan utama sebelum memulai proyek.
Dengan melakukan pengecekan secara menyeluruh, pemilik hunian diharapkan dapat meminimalkan risiko masalah selama renovasi dan memastikan proses pengerjaan berjalan sesuai rencana hingga selesai.
