JABAR EKSPRES – Belum lama ini nama Aurelie Moeremans tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Pasalnya, novel berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth yang ditulisnya menarik perhatian publik dan viral.
Diketahui, Broken Strings sendiri merupakan sebuah memoir catatan nonfiksi yang memuat pengalaman hidup Aurelie dalam satu fase penting yang sarat emosi, luka dan refleksi pribadi.
Novel tersebut dirilis secara mandiri pada 10 Oktober 2025 tanpa melibatkan editor dan penerbit. Bahkan, Aurelie memilih untuk tidak mengomersialkan karyanya tersebut.
Baca Juga:Link Download Logo Hari Ibu 2025 Resmi KemenPPPA di Sini, Ada 4 MaknaLink Download Kalender 2026 PDF Lengkap dengan Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama
Ia membuka akses gratis bagi siapa pun yang ingin membaca buku tersebut, melalui tautan yang dibagikannya.
Broken Strings Mengisahkan Tentang Apa?
Adapun memoar ini berisi 24 bab yang disusun berdasarkan tahapan pengalaman hidup Aurelie ketika masih remaja. Dimana kala itu, ia menceritakan pernah menjadi korban child gromming.
Saat itu, Aurelie masih berusia 15 tahun dan bertemu dengan seorang pria berusia sekitar 29-30 tahun yang disamarkan dengan nama Bobby.
Pertemuan keduanya itu terjadi di lokasi syuting sebuah iklan dan awalnya sosok Bobby tampil sebagai pria yang penuh perhatian.
Namun seiring bertambahnya waktu, sikap tersebut perlahan berubah menjadi manipulasi dan control yang menjerat Aurelie.
Pada bab bagian pertama, Aurelie mengisahkan titik balik hidupnya yang dimulai dari pertemuan tersebut.
Ia menjelaskan bagaimana proses gromming berlangsung, mulai dari upaya membangun kedekatan emosional hingga perlahan menjauhkan dirinya dari dunia luar.
Baca Juga:Link Download Gambar Mewarnai 17 Agustus untuk Lomba Peringatan HUT ke-80 RI, Gratis4 Link Download Game Ipin dan Upin Universe dan Panduan Singkat Cara Mainnya
Dimana Bobby disebut mengatur cara berpakaian Aurelie, membatasi pergaulannya dan mengendalikan hampir seluruh aspek kehidupannya.
Sementara dalam bab berjudil Gereja di Waktu Fajar, ia memaparkan pengalaman traumatis yang dimana dirinya dipaksa untuk menandatangani dokumen pernikahan di bawah ancaman serius.
Bobby mengancam akan menyebarkan foto-foto pribadi yang diambil tanpa persetujuan. Bahkan ia mengancam keselamatan orang tua Aurelie.
Alhasil, pernikahan tersebut membuatnya terjebak di rumah Bobby. Ia tinggal bersama 7 orang lain di rumah yang sempit dan terpisah dari orang tuanya.
Di rumah tersebut, Aurelie menerima kekerasan baik secara fisik ataupun mental dari Bobby selama sekitar 15 bulan.
