Dalam momen tersebut, Rahmad Pribadi turut menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo yang menyederhanakan regulasi pupuk. “Saya mewakili Pupuk Indonesia berterima kasih atas kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, aturan pupuk disederhanakan.
Ada 145 aturan dihapus menjadi satu, yaitu Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyaluran Pupuk Bersubsidi. Kemudian keluar Perpres 113/2025 sebagai perubahannya yang intinya memberikan ruang kepada Pupuk Indonesia untuk melakukan efisiensi, sehingga harga pupuk bisa turun 20 persen,” ujar Rahmad.
Rahmad menggarisbawahi bahwa saat ini pemerintah banyak bergerak untuk melakukan tata kelola penyaluran pupuk bersubsidi yang berpihak pada petani.
Baca Juga:LINK Nonton Golden Disk Awards 2026, Cek Jam Tayang Red Carpet dan Main CeremonynyaMuncul Gejala SCAM, Aplikasi EON Media Diduga Mulai Terbukti Sebagai Penipuan
Transformasi itu ditunjukkan lewat adanya pupuk bersubsidi yang mudah didapatkan oleh petani terdaftar, yaitu penebusannya hanya dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) melalui sistem iPubers pada kios atau pengecer resmi.
Mekanisme ini sudah dilakukan di berbagai tempat di seluruh Indonesia, hingga sampai ke pelosok. Harapan Rahmad, kemudahan yang diinovasi oleh Pupuk Indonesia ini bisa bermakna bagi bangsa dan rakyat Indonesia.
Apresiasi Menteri Pertanian atas distribusi dan inovasi Pupuk Indonesia
Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pupuk adalah faktor terpenting dalam kesuksesan swasembada pangan nasional. Senada dengan Presiden Prabowo, dirinya juga memberi apresiasi terhadap kinerja Pupuk Indonesia dalam melaksanakan distribusi pupuk bersubsidi ke seluruh Indonesia.
Andi Amran mengklaim bahwa harga pupuk di Tanah Air saat ini turun hingga 20 persen dari harga sebelumnya. Tak hanya itu, ia juga kagum atas kinerja Pupuk Indonesia yang saat ini membangun tujuh pabrik tanpa membebani Pemerintah, di mana lima di antaranya akan diresmikan di tahun 2029.
