JABAR EKSPRES – Wanoja Perjuangan bersama kader dan simpatisan PDI Perjuangan Jawa Barat menggelar aksi penanaman ratusan pohon di kawasan Km 0 Situ Cisanti, Desa Cibeureum, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Selasa (23/12).
Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ibu sekaligus bagian dari Gerakan Merawat Pertiwi bertema Gerakan Perempuan Menanam yang diinisiasi DPD PDI Perjuangan Jawa Barat.
Aksi lingkungan tersebut difokuskan di kawasan hulu Sungai Citarum dengan menanam berbagai jenis pohon pelindung. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga kelestarian alam, memulihkan ekosistem, serta mencegah kerusakan lingkungan di wilayah hulu sungai.
Baca Juga:20 Delegasi Internasional Hadir di Bandung, JCI Dorong Kolaborasi Bisnis BerkelanjutanGelar CSR di Cimanggung, PT MBK Ventura Ajak Kelola Keuangan dan Peduli Lingkungan
Ratusan kader dan simpatisan PDI Perjuangan se-Jawa Barat turut ambil bagian dalam kegiatan ini, dengan mayoritas peserta berasal dari kalangan perempuan.
Sejumlah tokoh partai hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat Ono Surono, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung Yayat Sumirat, serta Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jabar Bidang Penanggulangan Bencana, Kesehatan, Perempuan dan Anak, Ika Siti Rahmatika.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, menegaskan pentingnya kawasan Cisanti sebagai titik nol Sungai Citarum yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Jawa Barat.
“Hari ini kita berada di titik nol Citarum. Sungai ini sejak dulu menjadi sumber kehidupan rakyat, sehingga keberadaannya harus terus kita jaga,” ujar Ono, Kamis (25/12/2025).
Ia mengingatkan bahwa Sungai Citarum pernah masuk daftar sungai terkotor di dunia, sehingga diperlukan komitmen dan upaya berkelanjutan dari seluruh pihak untuk memulihkannya.
“Pemerintah sudah membentuk Satgas Citarum Harum dan sebagian wilayah mulai tertata. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten,” katanya.
Menurut Ono, aliran Sungai Citarum melintasi berbagai wilayah, mulai dari Kabupaten Bandung hingga Karawang dan Bekasi, sehingga penanganannya harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak parsial.
Baca Juga:Cegah Radikalisme Melalui Pendekatan Kewirausahaan, Densus 88 Gelar Pelatihan Barista bagi Eks Napiter di JawaKemiskinan Ekstrem di Jabar: Data BPS Belum Update!
“Citarum harus menjadi gerakan bersama yang komprehensif. Tidak cukup hanya pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menyoroti kondisi perbukitan di sekitar kawasan yang mulai kehilangan tutupan pohon akibat alih fungsi lahan.
