JABAR EKSPRES – Banjir bandang yang melanda Desa Nyalindung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Maret 2025 lalu meninggalkan dampak serius bagi puluhan kepala keluarga.
Untuk membantu pemulihan, Pemkab Bandung Barat menyalurkan dana stimulan rehabilitasi rumah bagi warga terdampak.
Sebelumnya, banjir bandang menerjang kawasan tersebut pada Sabtu (15/3/2025) akibat luapan Sungai Cimeta yang dipicu hujan dengan intensitas tinggi. Peristiwa tersebut merusak puluhan rumah warga dan memaksa sebagian korban direlokasi dari bantaran sungai ke lokasi yang lebih aman.
Baca Juga:20 Delegasi Internasional Hadir di Bandung, JCI Dorong Kolaborasi Bisnis BerkelanjutanGelar CSR di Cimanggung, PT MBK Ventura Ajak Kelola Keuangan dan Peduli Lingkungan
Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail mengatakan, sejak awal kejadian bencana pihaknya langsung bergerak cepat melakukan penanganan darurat bagi warga terdampak.
“Sejak awal kejadian, Pemerintah Kabupaten Bandung Barat bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Evakuasi warga dilakukan bersama BPBD, TNI, dan Polri,” katanya, Kamis (25/12/2025).
Ia menambahkan, Pemkab Bandung Barat juga memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak hingga kondisi pasca bencana berangsur membaik.
“Kami melakukan penyaluran bantuan logistik, pendirian posko serta dapur umum, dan pendataan kerugian warga. Alhamdulillah, dalam peristiwa ini tidak terdapat korban jiwa,” katanya.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, banjir bandang tersebut berdampak pada lebih dari 20 unit rumah warga di sepanjang bantaran Sungai Cimeta, dengan total 50 kepala keluarga terdampak. Sebagian rumah mengalami rusak berat dan dinyatakan tidak lagi layak huni.
Lebih lanjut Jeje mengatakan, sebanyak 30 kepala keluarga ditetapkan sebagai penerima bantuan stimulan rehabilitasi rumah dengan dua skema relokasi.
“Sebanyak 30 kepala keluarga menerima bantuan dengan dua skema, yaitu relokasi terpusat dan relokasi mandiri. Pertama sebanyak 20 KK dalam satu lokasi dan 10 KK secara mandiri,” katanya.
Baca Juga:Cegah Radikalisme Melalui Pendekatan Kewirausahaan, Densus 88 Gelar Pelatihan Barista bagi Eks Napiter di JawaKemiskinan Ekstrem di Jabar: Data BPS Belum Update!
Ia menyebutkan, dana stimulan rehabilitasi rumah yang disalurkan merupakan bagian dari proses pemulihan pasca bencana yang dilakukan secara bertahap.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan sebesar 40 juta rupiah per kepala keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat menambah bantuan sebesar 15 juta rupiah per kepala keluarga,” katanya.
Selain bantuan stimulan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menjanjikan penanganan jangka panjang bagi warga terdampak bencana di Desa Nyalindung.
