Contoh Teks Khutbah Jumat Menyambut Tahun Baru: Renungan, Tobat, dan Menyongsong Hidup yang Lebih Baik

Teks Khutbah Jumat
Teks khutbah Jumat menyambut tahun baru. (Pixabay/Mohamed_hassan)
0 Komentar

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

يُقَلِّبُ اللَّهُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَعِبْرَةً لأوْلِي الأبْصَارِ

Artinya, “Allah menjadikan malam dan siang silih berganti. Sesungguhnya pada yang demikian itu pasti terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai penglihatan (yang tajam).” (QS An-Nur, [24]: 44).

Menurut Imam Abu Muhammad al-Baghawi dalam Tafsir Ma’alimut Tanzil, jilid 6, halaman 54, silih bergantinya siang dan malam serta berputarnya tahun demi tahun ini tidak hanya sekadar fenomena alam yang biasa, tetapi menjadi bukti nyata dan tanda yang sangat jelas tentang Maha Kuasanya Allah SWT dan ke-Esa-an-Nya,

دَلَالَةٌ لِأَهْلِ الْعُقُولِ وَالْبَصَائِرِ عَلَى قُدْرَةِ اللَّهِ تَعَالَى وَتَوْحِيدِهِ

Artinya, “(Pergantian itu adalah) Petunjuk bagi orang-orang yang berakal dan berwawasan tentang kekuasaan Allah Ta’ala dan keesaan-Nya.”

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah

Baca Juga:30 Kode Redeem Free Fire Terbaru 24 Desember 2025, Raih Silent Assasins dan Criminal Ghost!Daftar Pemain Persib yang Bakal Absen Lawan PSM Makassar, Siapa Saja?

Namun perlu kita sadari bersama bahwa pergantian tahun tidak hanya menjadi bukti betapa Maha Kuasanya Allah dalam mengatur alam semesta ini dengan sangat sempurna, tetapi juga menjadi peringatan bagi kita bahwa dengan bergantinya tahun maupun siang dan malam, juga menunjukkan bahwa umur kita semakin hari semakin berkurang.

Setiap detik yang berlalu adalah bagian dari hidup kita yang telah lewat dan tidak akan pernah kembali.

Oleh karena itu, marilah kita gunakan sisa umur kita ini dengan sebaik-baiknya untuk beribadah kepada Allah swt, berbuat baik kepada sesama, dan mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian yang pasti datangnya.

Demikian wasiat yang disampaikan oleh Rabiah al-Adawiyah kepada Sufyan at-Tsauri, kemudian dicatat oleh Syekh Ismail Haqqi dalam kitab Tafsir Ruhul Bayan, jilid I, halaman 82:

قَالَتْ رَابِعَةُ الْعَدَوِيَّةُ لِسُفْيَانَ الثَّوْرِيِّ: إِنَّمَا أَنْتَ أَيَّامٌ مَعْدُودَةٌ، فَإِذَا ذَهَبَ يَوْمٌ ذَهَبَ بَعْضُكَ، وَيُوشِكُ إِذَا ذَهَبَ الْبَعْضُ أَنْ يَذْهَبَ الْكُلُّ، وَأَنْتَ تَعْلَمُ فَاعْلَمْ وَاعْتَبِرْ… قُلْ ذَهَبَ يَوْمِي مَاذَا عَمِلْتُ فِيهِ فَإِنَّ بِالْيَوْمِ يَنْقَضِي الْعُمُرُ

Artinya, “Rabiah al-Adawiyah berkata kepada Sufyan ats-Tsauri: ‘Sesungguhnya engkau hanyalah hari-hari yang terhitung. Jika satu hari berlalu, maka sebagian dari dirimu telah pergi. Dan hampir saja jika sebagian telah pergi, maka seluruhnya akan pergi. Engkau tahu, maka ketahuilah dan ambillah pelajaran… Katakanlah, ‘Hari ini telah berlalu, apa yang telah aku lakukan di dalamnya?’ Karena dengan berlalunya hari-hari itulah umur pun berakhir’.”

Oleh karena itu, mari kita jadikan momentum pergantian tahun ini sebagai kesempatan untuk melakukan introspeksi diri dan mengevaluasi amal perbuatan kita selama setahun terakhir.

0 Komentar