Persiapan Malam Natal di Gereja Katedral Bandung Capai 95 Persen, Siap Tampung Ribuan Umat

Petugas Gereja menata patung bayi Yesus dalam kandang domba saat persiapan jelang Natal di Gereja Katedral San
Petugas Gereja menata patung bayi Yesus dalam kandang domba saat persiapan jelang Natal di Gereja Katedral Santo Petrus, Kota Bandung, Selasa (23/12). Gereja Katedral Bandung mengangkat tema Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga serta menyiapkan kapasitas sekitar 3500 hingga 4500 kursi bagi umat serta sudah melakukan persiapan hingga 95 persen jelang rangkaian perayaan Natal 2025 . Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gereja Katedral Bandung menyatakan kesiapan hampir penuh menjelang perayaan Malam Natal dan Hari Raya Natal. Humas Gereja Katedral Bandung, Cecilia Amanda, mengatakan persiapan perayaan Natal telah mencapai 95 persen.

“Ini memasuki masa advent minggu keempat. Menjelang malam Natal esok dan hari raya Natal. Untuk persiapan sudah 95 persen. Tinggal melengkapi fasilitas fisik seperti tempat duduk dan tenda,” kata Cecilia kepada Jabar Ekspres di Gereja Katedral Bandung, Kota Bandung, Selasa (23/12).

Dia menjelaskan, sejumlah fasilitas tambahan telah disiapkan untuk menunjang kenyamanan umat. “Misalnya menyediakan ruang P3K, ruang menyusui, ruang latihan para petugasnya juga. Itu kita sudah siapkan semuanya demi kelancaran, demi kenyamanan umat secara bersamaan,” jelasnya.

Baca Juga:Gelar CSR di Cimanggung, PT MBK Ventura Ajak Kelola Keuangan dan Peduli Lingkungan Cegah Radikalisme Melalui Pendekatan Kewirausahaan, Densus 88 Gelar Pelatihan Barista bagi Eks Napiter di Jawa

Misa Malam Natal di Gereja Katedral Bandung akan digelar dalam empat sesi, yakni pukul 15.00, 18.00, 21.00, dan 23.30 WIB. Menurut Cecilia, pembagian waktu misa dilakukan untuk mengakomodasi lonjakan umat yang sangat besar.

“Kapasitas gereja kita sebenarnya hanya 850 di dalam gerejanya saja. Nah, namun jika malam Natal, Paskah gitu ya, hari-hari besar itu bisa 10 ribu ke 12 ribu,” ungkapnya.

Dia menambahkan, lonjakan tertinggi biasanya terjadi pada misa pukul 18.00 dan 21.00 WIB. “Itu sekitar 4 ribuan biasanya paling banyak. Makanya kami bagi menjadi 4 waktu sehingga umat bisa memilih dan mengalokasikannya,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak gereja menambah fasilitas pendukung. Untuk lonjakan-lonjakan itu, pihaknya antisipasi dengan pengadaan fasilitas tadi. Untuk tambahan kursi, tempat duduk, dan lain-lain. Sehingga yang semula 850 kursi, saat ini pihaknya bisa menampung sampai 4 ribu untuk 1 kali misa.

Selain itu, pengamanan juga diperketat. Dia menyebut pengamanan dilakukan oleh tim gabungan dari internal gereja dan aparat kepolisian. “Per 21 Desember siang, kami sudah dijaga 24 jam hingga 2 Januari nanti,” pungkasnya.

0 Komentar