Tingkatkan Keterampilan Warga Usia Produktif, Pelatihan Menjahit Garmen Digelar di Pamulihan

Tingkatkan Keterampilan Warga Usia Produktif, Pelatihan Menjahit Garmen Digelar di Pamulihan
Tingkatkan Keterampilan Warga Usia Produktif, Pelatihan Menjahit Garmen Digelar di Pamulihan
0 Komentar

Kepala Desa Haurngombong, Dadang, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, pelatihan keterampilan seperti ini memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pelatihan ini bukan hanya soal menjahit, tapi tentang menciptakan peluang hidup. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak warga,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Camat Pamulihan, Mamat Hady Saputra. Ia menegaskan dukungan penuh pemerintah kecamatan terhadap program pelatihan yang berorientasi pada penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga:Dorong Hilirisasi Gas Bumi, PGN Tingkatkan Pemanfaatan Jadi Produk Bernilai TinggiWacana Pilkada Lewat DPRD, Bupati Bandung Pilih Irit Bicara

“Pelatihan ini sangat kami dukung. Dengan bertambahnya keterampilan, peserta memiliki peluang kerja yang lebih besar dan ke depan diharapkan angka pengangguran di Pamulihan bisa berkurang,” tuturnya.

Mamat menilai kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia lokal.

“Kami mendukung penuh program ini karena secara langsung meningkatkan keterampilan warga dan membuka lapangan kerja, khususnya bagi masyarakat Haurngombong dan Pamulihan,” jelasnya.

Sementara, Perwakilan Rumah Zakat, Amar Saeful, menambahkan bahwa pihaknya memiliki fokus pada program pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan lingkungan. Di sektor ekonomi, Rumah Zakat menjalankan berbagai program seperti Badan Usaha Milik Masyarakat (BUMMas), bantuan kewirausahaan, pemberdayaan petani, hingga program Bikin Berdaya.

“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut dengan Yayasan Bina Siswa Indonesia, karena setelah pelatihan menjahit peserta memiliki peluang langsung untuk bekerja di sektor garmen,” ujarnya.

Nilai tambah dari program ini adalah keterlibatan instruktur profesional dari Balai Latihan Kerja (BLK) Tasikmalaya. Pelatihan disusun berdasarkan kurikulum Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Materi pelatihan meliputi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pembuatan dan pembacaan pola pakaian dinas lapangan, teknik pemotongan bahan, teknik menjahit dasar dan lanjutan, pembuatan komponen pakaian seperti kerah, lengan, dan saku, hingga finishing dan quality control produk.

Baca Juga:Gunakan Metode Sling Load, Pertamina Gerak Cepat Pasok LPG ke Daerah Bener Meriah Petir Hantam Rumah di Cikalongwetan, Seorang Mahasiswa Terluka

Selama pelatihan, peserta juga difasilitasi dengan perlengkapan menjahit lengkap, bahan praktik, seragam pelatihan, serta konsumsi harian.

Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti Ujian Kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP Tekstil dan Produk Tekstil Bandung. Ujian ini bertujuan untuk memperoleh Sertifikat Kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bukti pengakuan kemampuan peserta sesuai standar nasional industri tekstil dan garmen.

Laman:

1 2
0 Komentar