JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, atau KDM, menegaskan bahwa Pemprov Jabar siap menggelontorkan dana tak terbatas untuk pemulihan lingkungan, termasuk hutan yang disebutnya sudah rusak seluruhnya.
“Pokoknya kita tida terbatas kalau untuk penyelesaian lingkungan,” katanya usai rakor penanganan banjir di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Selasa (9/12).
KDM bahkan menyebut angka konkret bahwa Pemprov telah menyiapkan dana hingga Rp300 miliar untuk pemulihan lingkungan. Menurutnya, anggaran ini bisa bersumber dari pergeseran anggaran di sektor lain sesuai kebutuhan.
Baca Juga:Berusaha Memahami Profesi Orang LainPersib Siap Kunci Tiket 16 Besar, Bojan Hodak Minta Waspada Bangkok United yang Tanpa Beban
“Kalau Rp200 miliar, Rp300 miliar, kita siap. Bisa digeser dari alokasi ABCD untuk penanganan bencana, kan ada yang disebut dengan pergeseran anggaran,” jelasnya.
Isu lingkungan saat ini tak hanya persoalan di daerah, namun memang tengah jadi sorotan nasional. Karena itu KDM mengakui bahwa kondisi hutan di Jawa Barat sudah parah.
“Semua hutan rusak,” kata dia.
Menurut KDM, ruang terbuka hijau (RTH) harus dipertahankan agar bencana tidak makin meluas. Karena itu, izin perumahan yang sedang diproses maupun yang sudah diterbitkan akan ditunda dan dievaluasi tata ruangnya.
“Sehingga tidak memiliki resiko yang tinggi terhadap kepentingan lingkungan ke depan. Kan kita ngomongin penanganan banjir dalam setiap tahun tidak akan ada arti,” tegasnya.
KDM juga mengklaim, Pemprov akan menata ulang perkebunan di lahan berlereng untuk mengurangi risiko longsor. Kontur tanah miring akan dialokasikan untuk tanaman keras yang mendukung ketahanan lingkungan.
Petani yang terdampak akan direkrut menjadi tenaga pemerintah untuk menanam vegetasi seperti kopi, jengkol, dan tanaman keras lainnya. Wilayah sasaran meliputi Bogor, Cianjur, Kabupaten Bandung, Garut, Kota Bandung, dan Bandung Barat.
“Nah ini penting, karena Kota Bandung itu hidupnya tergantung juga Bandung Barat. Kalau akhirnya di Bandung Barat bermasalah, maka Kota Bandung akan menderita,” pungkas KDM. (Bas)
