“Saya pikir untuk sementara kita konsultasi dengan Badan Nasional Penanggulagan Bencana (BNPB). Untuk bantuan-bantuan non-tunai bahwa di luar cash atau uang, itu agak sulit. Karena transportasinya saat ini jangkauannya belum bisa sampai ke titik-titik yang memang krusial. Jadi untuk sementara kita kumpulkan potemsi masyarakat yg bentuknya uang cash yang tunai atau transfer dan lain sebagainya, jadi itu dulu,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan utama masyarakat di daerah terdampak saat ini adalah pemulihan listrik, air minum, dan layanan dasar lainnya.
Dedie pun menilai skala bencana yang terjadi sangat besar sehingga membutuhkan dukungan jangka panjang dari pemerintah pusat serta uluran tangan dari seluruh pemerintah daerah serta masyarakat Indonesia.
Baca Juga:Dramatis! Aksi Heroik Damkar Kabupaten Bogor Evakuasi Wanita Obesitas dengan Melewati Jalanan LicinCegah Bencana Banjir, BBWSCC Bangun Dua Tanggul di Bojongkulur Bogor
Adapun kegiatan Solidaritas Kota Bogor untuk Sumatera pada pagi ini ditutup dengan penggalangan dana langsung dari para pegawai. Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, serta Sekretaris Daerah Kota Bogor, Denny Mulyadi, pun turut memberikan donasi secara pribadi melalui tautan QRIS yang disediakan Pemkot Bogor.
Melalui kegiatan ini, Dedie berharap masyarakat di tiga provinsi terdampak bencana dapat sedikit terbantu dan merasa tidak sendirian, karena banyak pihak yang peduli dan siap turun membantu.
“Semoga kegiatan solidaritas yang juga terdapat doa bersama ini dapat menguatkan saudara-saudara kita yang terdampak bencana yang sekarang kehilangan harta benda ataupun ehilangan sanak keluarga, serta mengingatkan mereka bahwa masih banyak saudara mereka di luar ketiga provinsi tersebut yang peduli dan siap membantu,” tuturnya.
