Mengasah Skill Sejak Bangku Sekolah, SMKN 3 Cimahi Wujudkan Pembelajaran Mendalam Lewat Gebyar Expo 2025

Mengasah Skill Sejak Bangku Sekolah, SMKN 3 Cimahi Wujudkan Pembelajaran Mendalam Lewat Gebyar Expo 2025
Kepala SMKN 3 Cimahi, Rudi Haryadi saat Melihat Hasil Karya Siswa-Siswi dalam Gebyar Expo 2025 (Dok: Humas SMKN 3 Cimahi)
0 Komentar

Melihat semangat para siswa yang begitu menyala sepanjang Expo 2025, harapan pun ikut tumbuh. Pembelajaran berbasis proyek disebut akan terus dikembangkan menjadi salah satu pola utama pembelajaran di SMKN 3 Cimahi, seiring keinginan sekolah untuk menjaga kreativitas dan semangat berkarya tetap hidup di setiap ruang kelas.

Ade menyebut, pola pembelajaran berbasis proyek ke depan akan terus diperkuat dan menjadi salah satu wajah utama pembelajaran di SMKN 3 Cimahi. Hal itu seiring dengan diterapkannya pola pembelajaran berbasis teaching factory di setiap jurusan, yang membuat kegiatan belajar siswa kian dekat dengan dunia kerja sesungguhnya.

“Menjadi salah satu pola pembelajaran, karena SMKN 3 Cimahi menerapkan pola pembelajaran berbasis teaching factory di setiap jurusan,” jelasnya.

Baca Juga:Atasi Bullying Lintas Nusantara, Guru BK SMKN 3 Cimahi Sebarkan 'Virus Perdamaian' hingga ke PelosokSemarak Hari Guru Nasional di SMKN 3 Cimahi Dorong Guru Menjadi Inspiratif dan Kreatif

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Cimahi, Rudi Haryadi, mengatakan bahwa gelaran Expo tersebut menjadi bukti nyata bagaimana konsep pembelajaran mendalam benar-benar dijalankan di lingkungan sekolah.

“Kegiatan Expo ini merupakan implementasi pembelajaran mendalam di SMKN 3 Cimahi dengan konsep pendidikan yang berkesadaran dari sisi vokasional, bermakna dari sisi keilmiahan dan kontekstual serta menyenangkan,” ujarnya.

Rudi menuturkan, dalam kegiatan Expo ini guru dan siswa berkolaborasi bahwa pembelajaran tidak hanya berada dalam konteks kelas, tetapi juga diwujudkan dalam bentuk proyek nyata, sehingga prioritas tidak hanya terletak pada aspek kognitif atau nilai angka.

“Expo ini dari proses pembelajaran tetapi bisa juga dalam wujud pengalaman-pengalaman, dalam bentuk skill dan karya produk di akhir PSAS,” tutur Rudi.

Ia menegaskan, melalui ajang Expo ini para siswa didorong untuk lebih fokus pada pembelajaran yang kontekstual dan aplikatif. Tak hanya memahami teori dan praktik secara terpisah, para siswa juga ditantang untuk mampu menuangkannya langsung dalam bentuk proyek nyata.

“Dengan expo ini pula seluruh siswa bisa fokus pada pembelajaran di SMKN 3 Cimahi, secara kontekstual bisa menjadi satu pengalaman dan bisa memahami bahwa pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis dan praktikal tetapi bisa diwujudkan dalam satu bentuk projek,” kata Rudi.

Hal tersebut, lanjut Rudi, terlihat dari kemampuan siswa yang dalam waktu satu minggu mampu menghasilkan satu karya hemat serta membanggakan.

0 Komentar