PGRI Bandung Barat Apresiasi Komitmen Pemerintah Tingkatkan Kompetensi dan Kesejahteraan Guru

PGRI KBB Sambut Baik Komitmen Pemerintah Perkuat Kompetensi dan Kesejahteraan Guru
Ketua PGRI Bandung Barat, Rustiyana saat menghadiri acara di Ngamprah. Dok Jabar Ekspres/Suwitno
0 Komentar

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah telah menandatangani nota kesepahaman dengan Kapolri terkait mekanisme penyelesaian secara damai (restorative justice) bagi guru yang menghadapi masalah dengan murid, orang tua, atau pihak eksternal terkait tugas mendidik.

“Upaya perlindungan ini sangat vital, karena guru menghadapi tantangan sosial dan moral yang besar. Tidak sedikit yang mengalami tekanan hingga berhadapan dengan aparat penegak hukum,” jelasnya.

Pihaknya menilai kebijakan ini akan memberikan rasa aman bagi guru dalam menjalankan tugas profesinya.

Baca Juga:Misi Kebangkitan Persib Dimulai di Madura: Tiga Poin Harga Mati!Habis Sudah Kesabaran Bojan Hodak, Beberapa Pemain Persib Bakal Didepak!

Rustiyana menegaskan bahwa poin-poin yang disampaikan Mendikdasmen selaras dengan fokus program PGRI Kabupaten Bandung Barat, terutama terkait peningkatan kesejahteraan dan perlindungan guru.

“Guru adalah agen pembelajaran dan peradaban yang mengemban tugas profetik. Mereka harus memiliki stamina intelektual, sosial, dan moral yang prima,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya melihat kebijakan Pemerintah Pusat sebagai momentum penting untuk memperkuat kualitas pendidikan di daerah.

Dalam momen Hari Guru 2025, Rustiyana mengajak para guru menjadikan peringatan tersebut sebagai refleksi untuk memperkuat niat dan dedikasi.

“Hari Guru tahun ini harus menjadi momentum untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat dan orang tua untuk lebih menghargai guru sebagai mitra utama dalam pendidikan.

“Dengan komitmen Pemerintah yang kuat dan dedikasi para guru, kami optimistis cita-cita ‘Guru Hebat, Indonesia Kuat’ dapat terwujud,” pungkasnya. (Wit)

0 Komentar