Menurut Billy, kasus ini harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan penegak hukum untuk memperketat pengawasan peredaran obat-obatan terlarang sekaligus meningkatkan akses layanan kesehatan mental berbasis komunitas.
“Perilaku kekerasan ekstrem bukan muncul begitu saja dari persoalan kecil. Ada proses panjang yang tidak terlihat: kondisi psikologis yang rapuh, penggunaan zat, kurangnya edukasi emosi, serta lingkungan yang memperkuat pola berpikir destruktif,” tegasnya.
Ia berharap kejadian ini menjadi momentum peningkatan edukasi keselamatan berkendara dan literasi kesehatan mental, khususnya bagi kelompok usia remaja.
Baca Juga:Hari Guru 2025, Habib Syarief : Jadi Momentum Revisi RUU Sisdiknas Seminar Nasional dan Forum Diskusi Dies Natalis Fakultas Kedokteran UNPAD, Dudung: Semangat Dokter Muda Harus
“Banyak tindakan kriminal terjadi bukan karena persoalan besar, tetapi karena ketidakmampuan seseorang mengendalikan impuls sesaat,” tutupnya.
