Pinjaman KUR Rp20 Juta
Tenor 1 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp1.720.000
Cicilan per Hari: ± Rp57.333
Tenor 2 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp900.000
Cicilan per Hari: ± Rp30.000
Tenor 3 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp610.000
Cicilan per Hari: ± Rp20.333
Pinjaman KUR Rp50 Juta
Tenor 2 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp2.250.000
Cicilan per Hari: ± Rp75.000
Tenor 3 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp1.530.000
Cicilan per Hari: ± Rp51.000
Tenor 5 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp970.000
Cicilan per Hari: ± Rp32.333
Pinjaman KUR Rp100 Juta
Tenor 3 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp3.060.000
Cicilan per Hari: ± Rp102.000
Tenor 4 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp2.350.000
Cicilan per Hari: ± Rp78.333
Tenor 5 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp1.950.000
Cicilan per Hari: ± Rp65.000
Pinjaman KUR Rp200 Juta
Tenor 3 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp6.120.000
Cicilan per Hari: ± Rp204.000
Tenor 4 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp4.700.000
Cicilan per Hari: ± Rp156.666
Tenor 5 Tahun
Cicilan per Bulan: ± Rp3.900.000
Cicilan per Hari: ± Rp130.000
Siapa yang Cocok Mengambil Plafon Rp5–200 Juta?
1. Rp5–10 Juta: Usaha Mikro yang Baru MulaiUntuk modal awal seperti:
- Beli stok makanan ringan
- Beli peralatan baking
- Mulai usaha reseller
- Modal awal bisnis konten kreatif
- Tenor pendek disarankan karena skala usaha masih kecil.
2. Rp20–50 Juta: UMKM Pemula yang Mulai BerkembangBiasanya dipakai untuk:
- Perluas stok dagang
- Upgrade alat produksi
- Tambah karyawan harian
- Sewa tempat usaha kecil
Tenor ideal: 3–5 tahun agar arus kas tetap longgar.
Baca Juga:5 Daftar Motor Listrik Bersubsidi dengan Desain Futuristik 2025!Tabel KUR Mandiri 2025 Pinjaman Rp10–200 Juta dengan Angsuran Rendah dan Tenor Fleksibel untuk UMKM!
3. Rp100–200 Juta: UMKM Perintis yang Siap Naik LevelSkala usaha sudah lebih stabil dan butuh modal ekspansi:
- Buka cabang kecil
- Tambah mesin produksi
- Modal kerja harian lebih besar
- Investasi alat digital dan logistik
Tenor 4–5 tahun memberi waktu napas untuk berkembang.
Tips Agar Pengajuan KUR BRI 2025 Lebih Mudah Disetujui
- Punya izin usaha, minimal NIB.
- Usaha sudah berjalan, meski masih skala kecil.
- Saldo rekening aktif, ada perputaran uang.
- Riwayat kredit bersih, tidak sedang menunggak pinjaman lain.
- Tujuan penggunaan modal jelas, misalnya stok barang, alat produksi, atau pengembangan usaha.
