Perjalanan budaya ini kemudian dilanjutkan dengan fase ‘Kamonesan NJP’ yang berlangsung dari akhir Juni hingga awal Agustus. Pada tahap ini, para duta terlibat langsung dalam diskusi intensif, penggarapan karya baru, dan latihan bersama hampir 150 sanggar yang telah mereka kunjungi.
Proses kolaboratif ini mengedepankan unsur etnik tradisional yang dipadukan dengan sentuhan modern, memberikan napas baru dan penyegaran pada karya-karya tradisi tanpa menghilangkan roh aslinya. Ini adalah proses inkubasi kreatif di mana para seniman tua dan muda saling bertukar ilmu dan inspirasi.
Setelah melalui dua tahap persiapan yang matang, setiap kota dan kabupaten kemudian menggelar pagelaran individual sebagai wadah bagi masing-masing sanggar untuk mempertontonkan karya garapan baru mereka.
Baca Juga:Tampilan Baru Lebih Segar, Djournal Kembali Hadir di Paris Van Java BandungBPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci Dukung Penghargaan Tingkat Kesehatan Koperasi 2025
Sambutan masyarakat di setiap daerah dilaporkan sangat luar biasa dan penuh antusiasme. Figur-figur seperti Fanny Sabila, Nuki Darso, dan Wa Kancil juga turut ambil bagian, mewarnai rangkaian acara dengan talenta mereka.
Pagelaran-pagelaran daerah itu menjadi pemantik sebelum puncak akbar di Pangandaran.
Oleh karena itu, pagelaran puncak di Pangandaran bukan sekadar pertunjukan biasa. Tetapi sebuah perayaan akbar yang menyatukan seluruh perjalanan seni yang telah dilalui.
Sebanyak 360 seniman, yang merupakan talenta inti dan perwakilan terpilih dari 14 kota kabupaten, tampil membawakan karya terbaik mereka di atas panggung yang sama, merangkum semangat kolaborasi dan persatuan dalam keberagaman.
Mereka adalah duta-duta budaya yang membawa pesan harmoni dari seluruh penjuru Jawa Barat untuk Pangandaran.
Michael Simbar, yang akrab disapa Jack, selaku pihak penyelenggara, menyampaikan harapan yang mendalam melalui gelaran ini.
“Coklat Kita berharap, pagelaran ini tidak hanya sebagai tontonan, namun dapat menjadi tuntunan bagi kita semua untuk tetap melestarikan, menjaga, serta mengembangkan seni dan budaya kita,” ujarnya. Dengan tegas ia menambahkan semangat kebersamaan, “kalau bukan kita, siapa lagi?” sambungnya.
Keberhasilan ini juga diapresiasi oleh Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, yang turut hadir dalam acara kolaborasi tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian milangkala ke-13 Kabupaten Pangandaran.
