Selama kegiatan berlangsung, masyarakat di sekitar Posyandu Puspa Sehat 23 tampak antusias.
Para ibu diberikan penjelasan tentang pentingnya gizi seimbang untuk tumbuh kembang balita serta cara mengolah bahan sederhana menjadi makanan tinggi nutrisi tanpa harus mahal.
Kegiatan ini juga menjadi ajang transfer ilmu dan keterampilan bagi warga. Selain mempelajari proses pembuatan bubur kering, peserta diajarkan cara memanfaatkan pakan lokal sederhana menjadi produk inovasi modern yang memiliki nilai gizi yang tinggi.
Baca Juga:ITB dan DKST Dorong Bandung Jadi Kota Tangguh Lewat Gerakan Inovasi Hijau INNOVIBES 3Hands4Diabetes 2025: Gerakan Nasional Tropicana Slim Dorong Hidup Sehat dan Produktif di 27 Kota
Materi ini diharapkan dapat memotivasi warga untuk berkreasi dan berwirausaha di bidang pangan sehat.
“Kami berharap kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan masyarakat, tetapi juga menginspirasi munculnya inovasi pangan lokal yang menyehatkan dan memberdayakan,” tutur apt. Abdul Mulki Irpani, M.Farm, salah satu anggota tim dosen.
Melalui kegiatan pengabdian ini, Universitas Bhakti Kencana berupaya menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan di bidang kesehatan dan gizi masyarakat.
UBK berkomitmen untuk terus melakukan kegiatan pengabdian yang berdampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Dengan mengusung semangat “Dari Kampus untuk Negeri”, program Diktisaintek Berdampak hadir sebagai langkah strategis dan inovatif yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan sekaligus mendukung realisasi visi Indonesia Emas 2045.
Melalui kegiatan ini, perguruan tinggi berperan aktif dalam mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan teknologi ke dalam kehidupan masyarakat, serta menegaskan bahwa inovasi sederhana seperti bubur kering bernutrisi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas gizi dan daya saing generasi penerus bangsa.
