Pelaku Pembunuhan Penjaga Konter di Sukajadi Akui Kalap karena Diteriaki Maling

Akui Perbuatannya, Pelaku Pembunuhan Penjaga Konter di Sukajadi Mengaku Kalap Saat Diteriaki Maling
Pelaku pembunuh kepada penjaga konter di Sukajadi Bandung saat berhasil diamankan oleh polisi. Rabu (12/11). Foto Sandi Nugraha/Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Seorang pria berinisial NA (27) mengaku kalap saat menewaskan seorang penjaga konter handphone berinisial I (21) di Jalan Sukamulya, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, pada Jumat, 7 November 2025.

Dalam pengakuannya kepada polisi, tersangka mengatakan bahwa panik dan tidak bisa melarikan diri menjadi pemicu tindakannya.

“Saya kalap, pak. Enggak tahu mau lari ke mana karena konter tertutup. Saat korban teriak maling, saya kehilangan kontrol,” ujar NA saat diperiksa Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Budi Sartono, di Mapolrestabes Bandung, Rabu (12/11).

Baca Juga:Timur Kapadze Siap Tangani Timnas Indonesia, Negosiasi Disebut Sudah di Tahap AkhirPiala Dunia 2026 Panggung Terakhir Cristiano Ronaldo!

Selain panik, motif tersangka juga terkait utang judi online atau “judol” yang menjeratnya. Akibatnya, NA nekat melakukan pencurian dengan kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

“Siap pak, saya akan bertanggung jawab atas perbuatan saya,” tambahnya.

Sebelumnya, Polrestabes Bandung melalui Satreskrim berhasil mengungkap kasus kematian I. Kombes Pol Budi Sartono menjelaskan bahwa tersangka NA, yang sebelumnya pernah bekerja sebagai penjaga konter, mendatangi lokasi sekitar pukul 03.00 WIB dini hari dengan tujuan mengambil uang di dalam konter.

Untuk melancarkan aksinya, NA masuk melalui atap kamar mandi konter. Namun, ia terjatuh ke dalam ember tanpa menyadari bahwa korban sedang tidur di dalam konter. Bunyi jatuhnya ember membuat korban terbangun dan meneriaki tersangka maling.

“Dalam keadaan panik dan membawa golok, tersangka secara refleks menusuk korban hingga meninggal dunia,” jelas Kombes Budi.

Kejadian ini menegaskan bahwa tindakan nekat yang dipicu utang judi dan kepanikan dapat berujung pada tragedi tak terduga.

0 Komentar