Sejumput Cerita di Balik Festival Fotografi Kampus Economic Hero

Sejumput Cerita di Balik Festival Fotografi Kampus Economic Hero
Pameris Hufaz Muhammad Dzaki mengamati karya foto miliknya yang dipamerkan pada pameran fotografi dengan tema Hero di The Hallway Space, Kosambi, Kota Bandung, Senin (10/11). Pameran fotografi yang diselenggakaran oleh Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung bekerjasama dengan Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) dalam rangkaian Festival Fotografi Kampus tersebut diikuti oleh 6 pameris dari tiga universitas di Kota Bandung yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan melalui karya foto. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pewarta Foto Indonesia (PFI) Bandung bersama Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) menggelar Festival Fotografi Kampus 2025 bertema “Economic Hero” di The Hallway Space, Kota Bandung, Senin (10/11/2025) lalu.

Pameran tersebut menjadi wadah bagi fotografer muda menampilkan kisah-kisah pegiat ekonomi kecil dan menengah. Para pegiat ekonomi yang berperan penting dalam menggerakkan roda perekonomian Indonesia.

Pameran itu menampilkan enam karya foto cerita dari mahasiswa berbagai kampus di Bandung, seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, dan Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Bandung.

Baca Juga:Messi Kembali ke Camp Nou, Ungkap Kerinduan dan Isyarat Ingin Pulang ke Barcelona?Bojan Hodak dan Bisik-bisik Kursi Panas Timnas Indonesia, Antara Prestasi di Persib dan Godaan Garuda

Sebelum pameran, para peserta mengikuti lokakarya dan mentoring selama dua bulan mengenai visual storytelling.

Salah satu karya yang menarik perhatian berjudul “Ada Perempuan di Balik Kopi Wanoja yang Mendunia” karya Hufaz Muhammad Dzaki Pameris, mahasiswa Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung.

Melalui karyanya, Hufaz menyoroti peran perempuan dalam industri kopi yang selama ini jarang tersorot publik.

“Cerita ini tentang peran perempuan yang mampu menembus pasar internasional dan mengangkat perekonomian desa melalui kopi lokal asal Jawa Barat,” kata Hufaz kepada Jabar Ekspres.

Dia menambahkan, perempuan di balik Kopi Wanoja tidak hanya berkontribusi pada ekonomi keluarga, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia sebagai produsen kopi berkualitas dunia.

Hufaz menceritakan proses kreatif pengambilan foto yang dilakukan di tengah kesibukannya menyusun skripsi.

“Tantangannya paling soal waktu, karena harus menyesuaikan jadwal narasumber dengan tenggat dari PFI,” ceritanya.

Baca Juga:Van Dijk Tegaskan Liverpool Belum Menyerah Dalam Perburuan Gelar Juara Liga, Musim Masih Panjang!Lebih Pintar Tapi Tak Laku, Gen Z Jadi Pengangguran Terbanyak di Jabar

Karya tersebut terinspirasi dari kisah nyata Ety, pendiri Kopi Wanoja, yang memulai usaha sejak 2012 dengan menanam bibit kopi di desanya hingga mampu menembus pasar global.

“Lewat foto ini saya ingin menunjukkan bahwa perempuan juga bisa berkontribusi besar di bidang ekonomi,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua PFI Bandung Raisan Al Farisi mengatakan, pameran ini ingin memperlihatkan wajah-wajah perjuangan di balik geliat ekonomi bangsa. “Mereka adalah pahlawan ekonomi sejati,” ujarnya.

Menurut Raisan, karya yang ditampilkan dipilih melalui proses kurasi ketat berdasarkan kualitas visual, pesan sosial, serta relevansi terhadap tema Economic Hero.

0 Komentar