6. Grotesque
Sepasang kekasih diculik oleh dokter psikopat dan dijadikan objek eksperimen penyiksaan sadis.
Grotesque menampilkan kekerasan ekstrem tanpa sensor darah, potongan tubuh, hingga jeritan kesakitan yang membuat film ini langsung dilarang di Inggris dan beberapa negara Eropa karena dianggap terlalu kejam dan tidak manusiawi.
7. In the Realm of the Senses
Film legendaris ini diangkat dari kisah nyata tentang obsesi cinta yang berubah menjadi tragedi berdarah.
Baca Juga:Moto X70 Air Resmi Meluncur! Ponsel Setipis Pensil yang Siap Saingi iPhone Air dengan Harga Lebih MurahGeger Awan Hitam Beterbangan di Subang, Awan Kinton?
In the Realm of the Senses bukan sekadar erotis, melainkan menampilkan adegan seks eksplisit tanpa sensor yang berpadu dengan kekerasan fisik ekstrem.
Film ini sempat dilarang di Jepang sendiri karena melanggar norma kesusilaan dan sensor perfilman nasional.
Deretan film di atas menunjukkan bagaimana sineas Jepang berani menabrak batas norma dan moral, menciptakan karya yang mengundang decak kagum sekaligus ketakutan.
Meski banyak yang menilainya menjijikkan atau tidak manusiawi, film-film ini tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah perfilman Jepang yang paling kontroversial dan berani.
Bagi yang penasaran, tontonlah dengan hati-hati—karena film-film ini bukan sekadar tontonan, melainkan pengalaman ekstrem yang bisa membekas lama di pikiran.
