JABAR EKSPRES – Untuk mennguatkan peran dan fungsi saksi, DPD Partai Demokrat Jawa Barat memberikan perhatian khusus terhadap keberaan dan fungsi saksi dengan menggelar Pendidikan Politik Badan Saksi.
Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, meski Pemilu 2029 masih 4 tahun lagi, keberadaan saksi akan jadi perhatian khusus bagi kader partai.
Menurutnya, seorang saksi harus jaga menjaga integritas dan kejujuran dalam penyelenggaraan pemilihan umum yang berlangsung 2029 nanti.
Baca Juga:AHY Resmikan Kantor Baru DPD Partai Demokrat Jawa BaratUnikom Berikan Pengetahuan Pemasaran Digital untuk Palaku Usahan Thrifting
” Jadi keberadaan saksi ini , tidak hanya bertugas untuk kepentingan partai, tetapi juga untuk memastikan pelaksanaan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,” kata Herman dalam keteranggnnya.
Menurutnya, keberadaan saksi bukan hanya sebagai kepentingan partai, tapi untuk kepentingan demokrasi agar berjalan sehat.
Seorang saksi memiliki peran penting untuk melakukan pengawasan dalam jalannya pemilu agar berlangsung jujur dan adil.
Untuk itu, pembentukan dan pelatihan saksi harus dilakukan sejak dini. Sebab dalam prosesnya struktur saksi akan disiapkan secara berjenjang dari pusat hingga tingkat kabupaten/kota.
“Kami sudah memiliki struktur Badan Saksi Nasional di tingkat pusat, daerah, dan cabang. Para saksi akan dibekali ilmu, keterampilan, dan sikap yang baik agar siap mengawal suara rakyat hingga tingkat TPS,” ujarnya.
Kriteria Saksi untuk Partai Demokrat
Herman juga menekankan bahwa saksi harus memenuhi sejumlah kriteria dasar, seperti memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Demokrat, mampu membaca dan menulis, serta memahami dinamika sosial masyarakat.
Disinggung mengenai persiapan materi untuk perekrutan saksi, saat ini DPD Demokrat Jabar bahkan sudah mulai melakukan iuran internal untuk mendukung kesiapan logistik para saksi.
Baca Juga:6.000 Pelari Serbu AHY Run 2025, Hadiah 5 Paket Umroh Gratis!PMRI Ungkap Akar Masalah Pemkot Bandung Disebut Rawan Korupsi oleh KPK
“Kami ingin saksi menjadi bagian dari instrumen partai yang berkualitas. DPD Demokrat Jabar sudah mulai melakukan persiapan, termasuk iuran untuk kebutuhan saksi. Ini bentuk tanggung jawab bersama,” kata Herman.
Sementara itu, Ketua DPD Demokrat Jawa Barat, Anton Sukartono Suratto, menegaskan bahwa pelatihan saksi akan dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan agar para saksi benar-benar siap menghadapi situasi di Tempat Pemungutan Suara (TPS).
