Kebijakan ini pun mendapat tanggapan beragam dari masyarakat. Rizky (32), pengendara motor asal Tanah Sareal, menilai arus kendaraan di sekitar Botani kini terasa lebih lancar.
“Biasanya dari arah Harupat ke Pajajaran itu macet banget apalagi kalau weekend karena durasi lampu merahnya lebih lama. Sekarang lumayan berkurang, jadi tidak terlalu lama nunggu di lampu merah,” ucapnya.
Sementara itu, Shifa (28), warga Bogor Tengah, berharap evaluasi pengaturan lalu lintas terus dilakukan di titik lain yang masih kerap padat.
Baca Juga:Peringati Hari Santri Nasional 2025, Pemkab Bogor Prioritaskan Infrastruktur dan Legalitas PonpesResmikan Flyover Soebianto dan JPO Tenjo, Ini Harapan Bupati Bogor
“Kalau di Botani udah lumayan lancar, di Jambu Dua juga sama cuman kadang kalau sore-sore masih sering numpuk. Semoga Dishub terus pantau dan sesuaikan waktunya di seluruh titik padat lampu merah,” katanya.
Dishub pun berkomitmen akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap waktu siklus lampu lalu lintas di seluruh wilayah Kota Bogor, menyesuaikan dengan perbedaan karakteristik lalu lintas harian maupun akhir pekan.
“Volume kendaraan di pagi, siang, dan malam itu suka berbeda, begitu juga antara hari kerja dan akhir pekan. Jadi, pengaturannya harus fleksibel menyesuaikan kondisi di lapangan dan kami akan terus lakukan evaluasi,” tuturnya.
