Hari pertama fokus pada konservasi, dengan topik seperti “Innovating Agarwood with Fungi” dan “Keeping the Real Agarwood”. Hari kedua bergeser ke bioteknologi dan industri, termasuk “Metabolic Engineering for Valuable Terpenoids” serta inovasi industri nilam Aceh.
Melalui platform ini, SITH ITB menargetkan terobosan kolaboratif antar akademisi, peneliti, industri, dan pemangku kebijakan, untuk mendorong komersialisasi berkelanjutan gaharu dan tanaman aromatik di tingkat global. Acara ini memperkuat posisi ITB sebagai leader inovasi hayati nasional. (bbs)
